Terkait Meninggalnya 2 Mahasiswa,Kapolda Sultra Pertaruhkan Jabatan Usut Pelaku Penembakan
Teropongtimeindonesia.com,Kendari – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra Brigjen Pol Merdisyam mempertaruhkan jabatannya untuk mengusut pelaku penembakkan hingga meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, almarhum Muhammad Yusuf Kardawi (19) dan Randi (21).
Didampingi pejabat utama Polda Sultra dan Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Sulawesi Tenggara Mastri Susilo, Kapolda menemui massa dari Keluarga Besar Mahasiswa UHO Kendari saat menggelar aksi damai di Mapolda Sultra.
Kepada massa, Merdisyam menyatakan, setelah peristiwa meninggalnya dua mahasiswa, Kapolri telah membentuk satu tim khusus untuk melakukan investigasi.
Tim ini, kata dia, dipimpin oleh Irwasum, dan beranggotakan Kabareskrim, Kabaintelkam, Kadiv Propam dan Kadiv Humas Mabes Polri.
“Penanganan kasus inim merupakan skala prioritas buat kepolisian,” katanya, Rabu 2 Oktober 2019.
Sejak menggantikan Brigjen Pol Iriyanto sebagai tampuk pimpinan tertinggi korps Bhayangkara di Sultra, Kapolri memberikan semacam tugas kepadanya. Yakni, memulihkan situasi dan mengusut tuntas penembakan mahasiswa.
Kedua, dengan membentuk tim investigasi yang sifatnya terbuka dan transparan serta bersifat gabungan.
Ketiga, melibatkan unsur pengawasan eksternal, salah satunya dari Ombudsman Perwakilan Sultra melibatkan advokat dari civitas akademika beserta ormas kemahasiswaan dari tingkat daerah hingga pusat.
“Terakhir, Kapolri menyampaikan, perkara ini dibuka secara transparan. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Makanya, ada pengawasan eksternal sebagai bentuk keterbukaan kita,” jelasnya.
Untuk itu, ia mengimbau dan meminta mahasiswa, jika ada informasi atau bukti yang mengarah pada pelaku pada peristiwa penembakan, ia meminta segera menyampaikan kepada tim investigasi.
“Kita tidak akan menutup-nutupi. Kita sudah berkomitmen keras, bahwa kita akan proses secepatnya masalah ini. Karena ini pertanggungjawaban hukum, saya imbau mari sama-sama menjaga situasi yang damai ini,” imbaunya.
Ia pun menegaskan, pengungkapan kasus penembakan Randi maupun Yusuf menjadi taruhannya sebagai pimpinan Polda Sultra.
“Taruhannya saya sebagai kapolda. Karena saya ditempatkan di sini, kepercayaan dari pimpinan.Tidak ada tendensi apa pun dan harus membuat terang kasus ini,” pungkasnya.
(UR/DY)
Tidak ada komentar