Teropongtimeindonesia.online-Pidie, Aceh – Ketua PKK
Aceh, Dyah Erti Idawati, membuka Intermediate Training Latihan Kader II (LK II)
dan Latihan Khusus Kohati (LKK) tingkat nasional, yang digelar Himpunan
Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sigli. Kegiatan itu digelar di Aula Kantor Bupati
Pidie, Selasa 5/1.
Dyah
mengapresiasi terselenggaranya kegiatan itu. Bagi dia, acara itu penting demi
memberikan pendidikan pengkaderan bagi generasi muda khususnya kader HMI.
“Forum ini sangat penting dalam rangka pembentukan kader intelektual,” kata
Dyah.
Dyah
menyebutkan generasi muda perlu mendapatkan pendidikan pengkaderan agar bisa
memanfaatkan bonus demografi di tahun 2035 mendatang. Karena itu,
kegiatan-kegiatan positif kepemudaan wajib disupport penuh oleh pemerintah.
Pemuda saat inilah yang di masa depan akan memimpin Aceh dan Indonesia.
Usai membuka
training tingkat nasional itu, Dyah kemudian memberikan materi terkait peran
perempuan dalam rangka menghadapi bonus demografi.
Ia
mengatakan, komposisi demografi antara laki-laki dan perempuan di Aceh tidak
terlalu berbeda. Karenanya peran perempuan di masa depan dituntut sama besar
dengan laki-laki dalam memberikan kontribusi pembangunan. Ia yakin
perempuan-perempuan Aceh mampu menjadi pemimpin dan tokoh-tokoh ke kancah
nasional!
“Aceh ini
bangsa pejuang. Banyak pejuang perempuan kita yang iku berjuang. Ada perbedaan
antara perempuan Aceh dengan perempuan lain. Perempuan Aceh punya daya
kepemimpinan yang kuat,” kata Dyah.
Harus
diakui, di masa sekarang kontur perjuangan perempuan di Aceh sedikit mulai terkikis.
Karena itu, Dyah berharap agar lewat pengkaderan seperti yang digelar HMI itu,
bisa lahir kader-kader pejuang yang bisa memperjuangkan kepentingan khususnya
kepentingan perempuan dan Aceh di Aceh.
“Kita
sebagai perempuan harus bisa menduduki tempat strategis. Perempuan perlu
berdiri di kaki sendiri,” kata Dyah.
Sementara
itu Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM. Daud, mengaku sangat senang training
kader bisa kembali digelar oleh HMI Pidie. Alumni HMI itu mengatakan, sudah 10
tahun training pengkaderan tidak dilakukan di Pidie.
“Atas nama
alumni sangat berbahagia. Atas nama pemkab Pidie sangat mendukung kegiatan ini.
Apalagi dalam training nanti akan dibahas topik yang sangat menarik yaitu
tentang kebangsaan dan keumatan,” kata Fadhlullah.
Fadhlullah
menyebutkan, training itu menjadi tempat pengasahan intelektual kader HMI
sebagai calon pemimpin masa depan.

Tidak ada komentar