Surabaya,Teropongtimeindonesia.com - Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), kapasitas semen di Tanah Air telah mencapai 113,1 juta ton. Sedangkan kebutuhan semen di pasar dalam negeri hanya 70 juta ton. Sehingga Indonesia mengalami kelebihan kapasitas produksi sekitar 30 juta ton.
Karenanya, menurut Kepala Departemen Komunikasi PT Semen Indonesia Tbk Sigit Wahono, Semen Indonesia saat ini terus berupaya memaksimalkan pasar ekspor, seiring kelebihan kapasitas produksi semen ini.
Sigit menjelaskan mulai Januari hingga September 2019 jumlah ekspor Semen Indonesia mencapai 2,9 juta ton atau meningkat 7%.
"Untuk ekspor sendiri, beberapa kawasan utama yang disasar masih sama, ada di kawasan Asia Selatan seperti Bangladesh, India, Sri Lanka itu masih menjadi tujuan utama ekspor kita. Termasuk di asia tenggara ada Filifina sama Timor Leste," ujar Sigit di Surabaya, Sabtu (9/11/2019).
Di 2019, lanjut Sigit, Semen Indonesia mendapat kabar baik terkait permintaan importer asal China. "Kemarin ada buyer dari China memang ingin membeli produk kita," kata Sigit.
Pasar semen China saat ini terbuka luas, karena kurangnya pasokan semen di China dipicu oleh pemberhentian pabrik karena faktor lingkungan.
"Di sana ada pembaruan regulasi, karena memang ada beberapa pabrik yang harus diperbaiki sebelum untuk beroperasi," ungkapnya.
Meski sudah bisa masuk pasar China, Sigit mengatakan jika ekspor semen ke China belum bisa dilakukan secara kontinu. Pihaknya pun masih mencari pasar negara lain. "Kita tetap mencari pasar baru, karena ini belum kontinu," ucapnya lagi.
Selain mulai menembus pasar di China, Semen Indonesia juga masih fokus di pasar Asia Selatan dan Asia Tenggara seperti Sri Langka, Bangladesh, Filipina, Timor Leste.
"Saat ini kami juga fokus pada pasar baru kami di Maladewa," lanjut Sigit.
Namun, kondisi pasar semen dalam negeri saat ini tidak sebagus ekspor, secara total market mengalami penurunan 2 persen dibanding tahun lalu. Untuk itu Sigit berharap, setelah pemilu 2019 perekonimian bisa kembali mengeliat dan berdampak peningkatan pasar semen domestik.
"Kita optimis, setelah selesainya pesta demokrasi tahun ini, Tahun depan harapannya berbagai proyek startegis nasional dan proyek-proyek swasta ini meningkat, harapannya pasar semen domestik bisa meningkat," tandas Sigit.(*)

Tidak ada komentar