Teropongtimeindonesia-Mataallo -Acara ini berlangsung penuh nuansa adat,.nasionalis, patriotis dan religius, acara ini di pandu oleh ustadz abd mannang karaeng Bani yang lebih di kenal dengan nama Pujangga.
Acara dibuka dengan pembacaan qalam ilahi oleh Ustadzah st kurniati, SPdi karaeng minne, selanjutnya di lanjutkan dengan laporan ketua panitia A'dinging-Dinging 2026, kurniandy, SP karaeng bali, yang menyampaikan permintaan maaf atas segala kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan ini dan tak lupa juga menyampaikan terima kasih atas semua yang telah berkontribusi terutama PYM Raja Bajeng ke XIX.
Selanjutnya sejarah singkat A'dinging-Dinging Ri Bungung 13/08/1945, 81 tahun yang lalu, dimana pada saat itu jepang sudah menyerah kepada sekutu dan para pemuda saat itu memanfaatkan momentum itu, maka dibentuklah laskar gerakan pemuda bajeng di prakarsai 2 bersaudara nuhung daeng Bani dan pattola daeng bali yang di dukung oleh 37 anrong tau.
Pada saat itu para pemuda dan 37 anrong tau bermusyawarah dan bermufakat kemudian mereka melakukan shalat
dhuhur dan ashar secara berjamaah di area Bungung Barania,. adapun kebulatan tekad mereka besoknya pada tanggal 14/08/1945 di Kibarkanlah Bendera Merah Putih berdampingan dengan Bendera Jole-jolea di depan Balla Lompoa Ri Limbung, ungkap ahmad baso Karaeng Tenreng Sekretaris Umum Lembaga Adat Kerajaan Bajeng
PYM Raja Bajeng ke XIX Karaeng Loe Ri Bajeng II, menyampaikan apa makna dari A'dinging-Dinging dan peristiwa yang terjadi sebelum dan sesudahnya,
Semua itu di jelaskan dengan tuntas dan terperinci,. termasuk siapa yang berani mengibarkan bendera merah putih di bawah tekanan dan bidikan senjata oleh tentara Belanda dan sekutunya,.ada 2 bersaudara sebagai simbol perlawanan dan keberanian yakni Nuhung Daeng Bani dan Pattola Daeng Bali, tak lupa pula di jelaskan bahwa di Bajeng Limbung lebih awal menaikkan Bendera Merah Putih 14/08/1945, ungkap Raja Bajeng ke XIX
Tak lupa di nyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya menambah hikmat dan sakralnya acara tersebut, selanjutnya sambutan dari Prof Dr H Muhammad Asdar, SE.MSi Karaeng Tarru Ketua Presidium Kraton Nusantara dan Penasehat Luar Biasa Lembaga Adat Kerajaan Bajeng LAKB, tak lupa saya ucapkan apresiasi yang sebesar besarnya atas kerja -kerja kepanitiaan sehingga acara ini bisa berlangsung semeriah ini, barakka Allah Taala, ucap Prof Asdar
Acara di tutup dengan puisi oleh pujangga Maba, tak lupa seluruh audiens bertepuk tangan dengan sangat meriah, Alhamdulillah demikian acara yang berlangsung hari ini billahi fisabililhaq, MC Pujangga Maba
"Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya."
QS Al-Baqarah 2 : 154
Kuntungku Laklasak Tembang
Jappo Lure Ri Karanjeng
Talangkanaya
Laklesse Ri Kana Tojeng
I Tolok Daeng Magassing
@Ahmadtenreng


Tidak ada komentar