Komisi IV DPR RI Temukan Sampah Impor di Pelabuhan Tanjung Priok
Jakarta,Teropongtimeindonesia.com - Anggota DPR RI menemukan 70 kontainer sampah impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara dan akan dikembalikan ke negara asalnya. Hal itu terungkap saat inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Tanjung Priok oleh Komisi IV DPR RI.
Barang haram itu berasal dari Amerika Serikat, Inggris dan Australia yang diimpor oleh PT New Harvestindo Internasional. Jumlah ini dinilai cukup besar, apalagi hasil temuan lapangan menunjukkan akan ada 1.015 kontainer sampah impor lagi yang bakal merapat di Pelabuhan Tanjung Priok.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi yang turut mengikuti sidak mengatakan, impor sampah merupakan pelanggaran berat.
"Kami menuntut pemerintah untuk segera mengembalikan sampah impor itu ke negara asalnya," katanya di Jakarta, Kamis (23/1).
Dalam kesempatan itu, Dedi sempat mendatangi kantor PT. Sucofindo untuk menanyakan mengapa sampah impor bisa lolos ke Indonesia. Pihak PT Sucofindo, kata Dedi, sempat memberikan penjelasan yang berbelit-belit sebelum akhirnya mengakui bahwa barang dalam kontainer itu adalah sampah.
"Dalam Permendag yang boleh diimpor itu barang bersih, seperti plastik dan sejenisnya, bukan sampah," kata Dedi.
Menurutnya fenomena impor sampah ini sangat memperihatinkan. Terlebih sebelumnya sudah mencuat kasus di Sidoardjo, Jawa Timur, di mana sampah impor dijadikan bahan bakar untuk memproduksi tahu.
"Asap pembakaran dari sampah impor itu sangat mencemari lingkungan. Selain polusi udara, tetesan sisa pembakaran itu dimakan ayam dan membuat telur yang dihasilkan oleh ayam itu jadi tercemar bahan kimia. Ini sangat berbahaya," tutupnya. ( Red )


Tidak ada komentar