Hal tersebut
disampaikan oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dalam sambutannya saat membuka
secara resmi Safari Pengabdian Pemuda (Sapda) KNPI Aceh, di Pante Ketibung tepi
Danau Laut Tawar, Minggu (20/12/2020)
“Kematangan
seseorang ada di dalam jiwa dan hati mereka, bukan dilihat dari usia. Oleh
karena itu, jangan menunggu tua untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi
masyarakat dan bangsa, mulailah dari saat ini,” ujar Gubernur.
“Dalam
sejarah Islam, kita mengenal kisah Usamah bin Zaid yang diangkat oleh
Rasulullah menjadi komandan pasukan kaum muslimin dalam penaklukan Syam, pada
usia 18 tahun, atau kisah Imam Syafi’i yang telah hafal Alquran di usia 9
tahun. Tentu kita tidak lupa pula dengan kisah heroik Muhammad Al Fatih, yang
sudah menjadi sultan di usia 12 tahun dan mampu menaklukkan Konstantinopel pada
usia 21 tahun,” kata Nova.
Gubernur
menambahkan, tidak hanya dalam sejarah Islam, sejarah bangsa Indonesia juga tak
luput dari peran pemuda.
“Tidak bisa
dipandang sebelah mata, Soekarno, Moh. Hatta, Sutan Syahrir, Bung Tomo dan
banyak tokoh pemuda lain, dengan penuh semangat berjuang membela agama, bangsa
dan negara. Mereka memiliki peranan penting dalam mengusung setiap agenda
perubahan suatu bangsa. Kiprah mereka telah terukir indah dalam tinta emas
sejarah bangsa ini,” imbuh Gubernur.
Nova
menegaskan, Pemerintah Aceh punya semangat untuk menciptakan pemuda-pemuda
dengan SDM yang unggul. Bahkan dalam visi misi Aceh Hebat, yang menjadi
prioritas dalam menjalankan Pemerintah Aceh Periode 2017-2022, salah satu
program unggulan Aceh Hebat adalah Aceh Carong.
“Program
Aceh Carong adalah bentuk dari usaha Pemerintah dalam menciptakan generasi muda
yang mampu bersaing dan mengukir prestasi di tingkat nasional dan regional
melalui peningkatan pendidikan berkualitas, disertai penguatan keterampilan
bagi generasi muda melalui pendidikan vokasional, baik formal maupun non
formal. Pemuda saat ini berjuang di era 4.0. Untuk itu memenangkan persaingan
di masa mendatang, pemuda Aceh harus menguasai teknologi, tidak boleh gaptek
dan lelet,” ujar Gubernur berpesan.
Oleh karena
itu, lanjut Nova, program-program pemuda seperti Sapda yang diadakan oleh DPD
KNPI Aceh hari ini, merupakan program yang sangat baik dan positif dalam
mendukung Pemerintah Aceh untuk membangun karakter SDM yang unggul. Tidak
semata dituntut menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, pemuda juga harus
mampu berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan masyarakat dengan semangat
pengabdian dan keteladanan.
“Spirit
pengabdian dan keteladanan pemuda harus terus dipupuk, sehingga waktu-waktu
mereka terus terisi dengan hal-hal yang produktif dan kontributif. Selamat dan
Sukses atas pelaksanaan Sapda KNPI Aceh. Semoga kegiatan ini mampu merangkul
banyak pemuda-pemudi Aceh untuk aktif dalam bermasyarakat serta tentunya
membawa manfaat besar pula bagi masyarakat,” pungkas Nova.
Pembukaan
Sapda KNPI tahun 2021 ini berlangsung dengan tetap menerapkan protokol
kesehatan. Para peserta tetap mengenakan masker selama kegiatan berlangsung.
Han sanitizer dan tempat cuci tangan juga tersedia di lokasi acara.

Tidak ada komentar