Berita Terkini Internasional nasional Sorotan Sosial

Mohamed Shiraj Pengungsi Asal Rohingya Meninggal Dunia Karena Sakit, Pihak IOM Kurang Perhatian Membantu Proses pengobatan

Desember 31, 2020
0 Komentar
Beranda
Berita Terkini
Internasional
nasional
Sorotan
Sosial
Mohamed Shiraj Pengungsi Asal Rohingya Meninggal Dunia Karena Sakit, Pihak IOM Kurang Perhatian Membantu Proses pengobatan

Teropongtimeindonesia.online-Makassar- Mohamed Shiraj pengungsi asal Rohingya Myammar meninggal dunia hari ini, 31/12/2020 setelah di rawat beberapa bulan di RS Wahidin Makassar, menurut Andi Amien dari LP3M Indonesia, almarhum  menderita penyakit kanker lambung yang  telah masuk pada stadium 4 ini  berdasarkan hasil pemeriksaan medis  pada tanggal 15 Juli 2020 dari Rumah Sakit  Wahidin Makassar. Dari hasil pemeriksaan medis tersebut kondisi penyakit Shiraj sudah sangat parah karena telah menyebar ke organ tubuh lainnya terutama telah menyebar ke hati.

Sebenarnya kondisi penyakit Shiraj  bisa dicegah andai pihak IOM (International Organisation for  Migration) yang ditugasi oleh PBB untuk menangani masalah pembiayaan pengungsi serius dalam  menangani pengobatan Shiraj, karena shiraj berobat sejak tahun 2018 pada saat itu penyakitnya belum terlalu parah baru pada fase stadium awal namun pada saat itu pihak RS Awal Bros akan melakukan tindakan operasi terhadap Shiraj namun dengan alasan yang tidak jelas pihak  IOM Makassar tidak bersedia mengikuti tindakan medis yang akan dlakukan pihak rumah sakit padahal Pemerintah Australia telah menyiapkan dana untuk tindakan medis tersebut yang telah disalurkan melalui IOM.   

Karena penyakitnya dibiarkan saja tidak dioperasi maka akhirnya penyakit Shiraj  masuk pada kanker stadium 4 yang tentu saja pengobatannya menjadi sulit dan ini sama saja membiarkan orang mati secara perlahan-lahan untuk kebutuhan darah saja pihak Iom tidak menyanggupi. Pada awal pemeriksaan 2018 berat badan Shiraj 76 Kg kemudian  berat badannya sisa 46 Kg akibat dari penyakit yang menggorogoti tubuhnya. Shiraj juga bisa lanjut pengobatannya karena atas bantuan biaya dari pihak lain.

 Almarhum meninggal sekitar pukul 12.42 Wita namun mayat almarhum tidak bisa langsung diserahkan pada pihak keluarga  sampai berita ini diturunkan pukul 22.10 Wita  karena pihak Rumah sakit hanya  bersedia menyerahkan kalau ada surat keterangan dari pihak Imigrasi Makassar, akibat syarat tersebut pihak keluarga kesulitan memenuhi permintaan tersebut karena hari libur kantor tutup. Tapi Alhamdulillah atas bantuan Bapak Dodi Karnida Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulawesi Selatan yang membantu proses terbitnya keterangan dari Imigrasi pada hari libur. Rencananya almarhum di makamkan di hari kematiannya walaupun  di malam hari.

Keluarga besar pengungsi Rohingya menyampakan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu almarhum baik materil maupun non material mulai dari sakitnya almarhum sampai almarhum dipanggil oelh Allah SWT.

Tidak ada komentar