Berita Nasional Palembang

Sumsel Catatkan Sejarah Baru Angkat 1000 Tenaga Penyuluh Pertanian, Wujudkan Petani Bankable dan Entrepreneur

Desember 12, 2020
0 Komentar
Beranda
Berita Nasional
Palembang
Sumsel Catatkan Sejarah Baru Angkat 1000 Tenaga Penyuluh Pertanian, Wujudkan Petani Bankable dan Entrepreneur
Teropongtimeindonesia.online-OKU Timur- Gubernur Sumsel H Herman Deru (HD) resmi membuka pelatihan dan pembekalan peningkatan kapasitas 1000 tenaga pendamping penyuluh pertanian yaitu Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Pengawas Benih Tanaman (PBT) di UPTD Balai Pelatihan Penyuluhan Pertanian Provinsi Sumsel, Desa Peracak Kecamatan Martapura Kabupaten OKU Timur, Sabtu (12/12/2020).

Pembukaan kegiatan tersebut ditandai dengan penyematan tanda peserta dan kelengkapan secara simbolis oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru kepada perwakilan peserta dan dilanjutkan pemukulan gong. Pelatihan dan pembekalan dilaksanakan selama lima hari.

Pengangkatan 1000 orang tenaga pendamping penyuluh pertanian itu memecahkan rekor muri karena menjadi rekrutmen terbesar dan pertama di Indonesia.

Bahkan, Gubernur Sumsel H Herman Deru mendapatkan Piagam Penghargaan dan Pin Emas dari Kementerian Pertanian RI yang disematkan langsung oleh Perwakilan Kementerian Pertanian, Joko Samiyono kepada Gubernur Sumsel Herman Deru atas capaian Provinsi Sumsel sebagai 5 besar provinsi penghasil beras nasional.

HD mengatakan, untuk meningkatkan hasil produksi petani akan sulit dicapai tanpa adanya pembekalan dan ilmu pengetahuan. Untuk itu, Pemprov Sumsel melakukan pengangkatan 1000 tenaga penyuluh pertanian.

"Hari ini Sumsel mencatat sejarah baru, belum ada satu provinsi di Indonesia yang berani mengangkat 1000 orang tenaga penyuluh pertanian selain Provinsi Sumsel," tegasnya.

HD menambahkan, saat ini Sumsel sudah masuk 5 besar provinsi penghasil beras nasional, kedepan ditargetkan harus masuk sebagai 3 besar. Salah satu upaya dilakukan melalui pengangkatan penyuluh pertanian tersebut.

"Hari ini sampai lima hari kedepan akan diberikan materi untuk dapat mengimplementasikannya di lapangan bersama dengan petani bekal yang didapat dari para tenaga berpengalaman. Kita harus dapat mewujudkan petani Sumsel yang Bankable dan entrepreneur," imbuhnya.

Sementara itu, Bupati OKU Timur, H Kholid Mawardi mengatakan di OKU Timur saat ini sudah memasuki musim tanam. Menurutnya, permasalahan yang dihadapi saat ini adalah kelangkaan pupuk yang diakibatkan berbagai sebab.

Untuk itu, Kholid Mawardi mengharapkan dukungan Gubernur Sumsel dalam pemenuhan kebutuhan pupuk bagi para petani di Kabupaten OKU Timur.

Permasalahan tersebut langsung dijawab Gubernur Sumsel saat menyampaikan kata sambutannya dengan menginstruksikan seluruh stakeholder terkait untuk meningkatkan sinkronisasi antara keinginan petani, teknologi, pemkab setempat hingga pemda provinsi dan dilanjutkan ke pemerintah pusat.

Dikesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel, Antoni Alam mengatakan, berdasarkan dengan luasnya potensi pertanian di Sumsel diketahui sangat kekurangan tenaga penyuluh pertanian. Sehingga dilakukan rekrutmen 1000 tenaga penyuluh pertanian.

Dijelaskannya, proses seleksi telah dilakukan pada awal bulan November lalu dengan melibatkan Universitas Sriwijaya.

"Peserta pendaftar sebanyak 1969 orang peserta, 300 orang diantaranya gugur pada seleksi administrasi, hingga selesai seleksi ditetapkan 1000 tenaga pendamping pertanian yang akan mendapatkan pelatihan dan pembekalan peningkatan kapasitas selama lima hari ini," ujarnya.

Pada pembukaan kegiatan tersebut dilakukan juga penandatanganan MoU kerjasama penugasan tenaga P2EP antara Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumsel dengan Bank Sumsel Babel.

Turut hadir Kepala Balai Besar POPT, Enie Tauruslina, Forkopimda OKU Timur, Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Akhmad Najib, para TGUPP dan kepala OPD dilingkungan Pemprov Sumsel, Direktur Utama Bank Sumsel Babel, H Ahmad Syamsudin.

Tidak ada komentar