Teropongtimeindonesia,Jakarta - Indonesia mewaspadai virus corona varian Mu. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan, hingga saat ini varian Mu belum terdeteksi di Indonesia. Meskipun demikian masyarakat tetap diminta waspada terhadap kemungkinan gelombang ketiga Covid-19 apabila masyarakat tidak patuh protokol Kesehatan.
Menurut Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Dante Saksono Harbuwono mengatakan, pihaknya sudah melakukan genom sekuensing terhadap 7 ribuan orang di Indonesia dan belum terdeteksi varian tersebut.
“Mudah-mudahan varian Mu ini akan abortif,” katanya dalam konferensi pers melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden
“Varian Mu itu mempunyai resistansi terhadap kondisi vaksin, tetapi penyebarannya tidak hebat seperti penularan dari varian Delta,” kata dr. Dante.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan adanya varian Mu jika pandemi berlanjut akan bisa timbul varian-varian lain. Sehingga masyarakat tetap diminta disiplin menerapkan protokol kesehatan
“Saya sekali lagi mengimbau kita semua supaya kompak untuk disiplin dan saling mengingatkan supaya kita jangan kena lagi gelombang ketiga karena tadi sudah dijelaskan ada varian Mu, tidak tahu apakah lebih dahsyat dan lebih ganas,” kata Luhut.
Mu memiliki gejala yang sama dengan virus dasar
NHS mengatakan bahwa individu yang tertular virus biasanya akan mengalami salah satu dari tiga gejala berikut:
Suhu tubuh tinggi: Ini berarti Anda merasa panas saat menyentuh dada atau punggung Anda.
Batuk baru yang terjadi terus menerus di sertai Diare, Ini berarti Anda mengalami batuk yang sering selama lebih dari satu jam, tiga jam atau lebih episode batuk dalam 24 jam.
Kehilangan atau perubahan pada indera perasa atau penciuman Anda: Ini berarti Anda telah memperhatikan bahwa Anda tidak dapat mencium atau merasakan apa pun, atau hal-hal yang berbau atau terasa berbeda.
Namun, mutasi tertentu dapat memengaruhi sifat virus dan memengaruhi seberapa mudah virus itu menyebar, tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya, dan ketahanannya terhadap vaksin, obat-obatan, dan tindakan pencegahan lainnya.
(Uding)

Tidak ada komentar