Teropongtimeindonesia-Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung berbagai kegiatan yang mendorong pertumbuhan dan perkembangan ekosistem ekonomi kreatif di Jakarta. Dukungan tersebut dilakukan dengan membangun kolaborasi bersama mitra strategis dalam berbagai kegiatan, salah satunya melalui penyelenggaraan event atau kegiatan Jakarta Biennale. Kegiatan ini menjadi sebuah momentum untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Jakarta terus melaju, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mencapai arah yang lebih baik.
Hal ini selaras dengan Peraturan Gubernur Nomor 84 Tahun 2021 tentang
Pengembangan Ekonomi Kreatif, dan Instruksi Gubernur Nomor 53 Tahun 2021
tentang Dukungan Tahun Internasional Ekonomi Kreatif 2021. Kepala Dinas
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata
menuturkan bahwa Jakarta Biennale tahun 2021 bisa menjadi alternatif daya tarik
wisata bagi warga Jakarta meski berlangsung di tengah pandemi COVID-19.
"Jakarta Biennale mengangkat tema ‘ESOK’, bagaimana sejarah dibangun
bersama melalui kekuatan seni dan bagaimana praktik seni dapat berbicara lebih
jauh tentang masa depan kemanusiaan. ‘ESOK’ dibayangkan sebagai sebuah
tantangan bagi para seniman untuk mewujudkan visi masing-masing. Tantangan ini
menyentuh beribu permasalahan kehidupan hari ini: hak asasi manusia, krisis
iklim, keberagaman, pemberdayaan perempuan, kesetaraan gender, diskursus
kebudayaan, hingga disrupsi digital dan situasi pandemi," jelas Andhika di
Kantor Dinas Parekraf DKI Jakarta, Jakarta Selatan, Sabtu (20/11).
Andhika menegaskan, Jakarta Biennale yang diselenggarakan pada masa pandemi
COVID-19 ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, akan
diluncurkan buku program serta materi publikasi lain yang dihadirkan secara
digital dengan QR Code untuk diunduh oleh pengunjung. Semua penjaga dan
pengunjung pameran wajib menerapkan penjagaan serta pelaksanaan protokol
kesehatan.
Sementara itu, Direktur Artistik Jakarta Biennale, Dolorosa Sinaga mengatakan,
Jakarta Biennale merupakan sebuah platform pergerakan untuk mengajak
banyak pihak maupun komunitas-komunitas di ekosistem ekonomi kreatif
berkolaborasi untuk merespons dan terlibat aktif dalam kegiatan Jakarta
Biennale ‘ESOK’.
Untuk diketahui, Jakarta Biennale 2021 diselenggarakan mulai tanggal 21 November
2021 hingga 21 Januari 2022. Beragam karya seni dipamerkan di ruang publik,
antara lain Museum Nasional dan Museum Kebangkitan Nasional. Sedangkan,
instalasi seni dipasang di berbagai titik di Ibu Kota, yaitu Taman Menteng,
Cikini, Thamrin-Sudirman, serta Stasiun MRT.
Jakarta Biennale 2021 diikuti lebih dari 40 seniman dari 20 negara. Hal ini
membuktikan bahwa penyelanggaraan Jakarta Biennale sangat menarik perhatian
seniman-seniman dunia, di antaranya:
* Astari Rasjid (Indonesia)
* Yori Antar (Indonesia)
* Che Onejoon (Korea Selatan)
* Maharani Mancanegara (Indonesia)
* Rajut Kejut (Indonesia)
* Phaptawan Suwannakudt (Thailand) berkolaborasi
dengan Seratan Studio (Indonesia)
* Rizki Lazuardi (Indonesia)
* Nadiah Bamadhaj (Malaysia)
* Erika Tan (Singapura) berkolaborasi dengan Yola
Yulfianti & Dans City (Indonesia)
* Koken Ergun (Turki) berkolaborasi dengan Alit
Wedhantara (Indonesia)
* Rempah Embassy (Indonesia) berkolaborasi Suwe Ora
Jamu (Indonesia)
* Vincent Rumahloine (Indonesia)
* Anna Dau?íková (Slovakia-Czech)
* Tamarra (Indonesia)
* Xuân H? (Vietnam)
* Anusapati (Indonesia)
* Celia Irina González Álvarez & Yunior Aguiar
Perdomo (Kuba) bekerjasama dengan Concrete Contoure Lab (Indonesia)
* Praneet Soi (India)
* Miljohn Ruperto (Filipina)
* Alfiah Rahdini (Indonesia)
* D??ng M?nh Hùng (Vietnam)
* Ary “Jimged” Sendy (Indonesia)
* Rania Ho (AS-China)
* Tan Pin Pin (Singapura)
* Špela Petri? (Slovenia-Belanda)
* Futuwonder (Indonesia)
* Bani Haykal (Singapura)
* Jeuno Je Kim & Ewa Einhorn (Korea Selatan &
Polandia)
* Jumana Manna (AS)
* Maha Maamoun (AS) berkolaborasi dengan KUNCI Study
Forum & Colllective (Indonesia)
* Rajendra Gour (Singapura)
* Khairani Barokka (Indonesia-Inggris)
* Song Ta (China)
* Ines Doujak (Austria) berkolaborasi dengan Komunitas
Batik Majalengka
* Cecil Mariani & Prakerti (Indonesia)
* Lara Thoms (Australia)
(Edwin Asmara)
Tidak ada komentar