Teropongtimeindonesia-Jakarta-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu bersama ratusan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan University of Malaya, Malaysia, serta warga setempat menggelar Aksi Bersih Pantai Sunrise di Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.
Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan mengapresiasi kolaborasi tersebut. Sebab, kegiatan ini tidak hanya menjaga kebersihan kawasan pesisir, tetapi juga memperkuat pemahaman hukum masyarakat sebagai bagian dari pembangunan pariwisata berkelanjutan.
"Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam menjaga Pulau Pramuka sebagai destinasi wisata yang bersih, tertib, dan berkelanjutan. Edukasi hukum juga penting agar masyarakat memiliki kesadaran dalam menjaga lingkungan dan ketertiban," ujarnya, Rabu (29/4).
Fadjar menjelaskan, keterlibatan mahasiswa menjadi nilai tambah karena mampu menjembatani penyampaian materi hukum secara sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat, termasuk pelajar.
"Mahasiswa tidak hanya belajar di bangku kuliah, tetapi juga mengimplementasikan ilmunya secara langsung kepada masyarakat melalui pendekatan yang komunikatif," terangnya.
Menurutnya, pemahaman hukum yang baik akan mendorong masyarakat lebih disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan tanpa harus bergantung pada penegakan aturan semata.
Ia mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan terhadap potensi dampak fenomena El Nino, khususnya terkait ketersediaan air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat dan penunjang aktivitas pariwisata.
"Kesadaran hukum yang tumbuh dari dalam diri masyarakat akan berdampak langsung pada terciptanya lingkungan yang bersih dan tertib, yang pada akhirnya mendukung sektor pariwisata," ungkapnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Mata Kuliah Klinik Hukum Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Febby Mutiara Nelson memaparkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) melalui metode street law. Dalam program ini, mahasiswa berperan sebagai edukator di tengah masyarakat.
"Melalui program ini, mahasiswa menyampaikan materi hukum dengan bahasa yang lebih sederhana agar mudah dipahami, sehingga dapat meningkatkan kesadaran hukum masyarakat," ucapnya.
Ia menuturkan, Kepulauan Seribu dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi pariwisata yang besar serta relevan untuk edukasi terkait lingkungan dan pemenuhan kebutuhan air bersih.
"Edukasi yang diberikan juga mencakup pemanfaatan air bersih, termasuk penggunaan filter sebagai solusi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," tandasnya.
.jpg)
Tidak ada komentar