Sulsel/Gowa,Teropongtimeindonesia.com - Terinspirasi dari appa sulappa yang menjadi falsafah masyarakat Bugis Makassar yang telah diwariskan turun temurun.
Simbol “Sulapa Appa” dalam tulisan Lontara Makassa dibaca sebagai huruf “SA”, bermakna seua, yang berarti “tunggal” atau “esa”. Aksara lontara ini berpangkal pada pandangan mitologis orang Bugis-Makassar, yang mengandaikan alam semesta ini adalah Sulapa Appa’ Walasuji (“segi empat belah ketupat”). Huruf “SA” juga melambangkan “empat unsur alam” yang menjadi sifat manusia, yakni angin, air, api, dan tanah. Ke empat unsur alam ini bertalian dengan warna, yaitu kuning, putih, merah dan hitam. Lebih jauh, simbol “sa” di atas melambangkan “empat sisi tubuh manusia”. Paling atas adalah kepala, sisi kiri dan kanan adalah kedua tangan, dan paling bawah adalah kaki. Orang bugis-makassar juga melihat appaka sulapa dalam segi Pengetahuan Agama Islam yaitu Syariat, Tarekat, Hakikat, Ma’rifat. mengidealisasikan manusia sulapa appa’, manusia yang menjaga prinisp kesetimbangan atas-bawah (keadilan), kiri-kanan (kesetaraan).
Falsapah inilah yang kemudian dijadikan bekal bagi orang Bugis Makasar dalam menata kehidupan dimanapun berada, inilah yang menyebabkan mengapa orang Bugis Makassar’ mudah berassimilasi dan berintegrasi dengan kehidupan masyarakat sekitarnya yang juga memengang teguh yang namanya Sipaka’labiri, Sipaka’tau, sipaka’inga.(Ir/Hs)

Tidak ada komentar