Kendari,Teropongtimeindonesia.com - Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo membuka peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 di Desa Puudambu, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara pada Sabtu, 2 November 2019. Acara yang dihadiri oleh Duta Besar Negara tetangga, perwakilan FAO, Gubernur, Walikota, dan Bupati se Indonesia ini mengusung tema “Teknologi Industri Pertanian dan Pangan Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”.
Sebelum membuka acara peringatan HPS, Mentan melakukan panen kakao, kemudian mengunjungi rumah produksi kakao di Desa Puudambu, Konawe Selatan. Rumah produksi kakao ini mengusung konsep zero waste, mulai dari proses penanganan saat panen sampai produk olahan siap konsumsi bisa dilakukan di rumah produksi kakao ini.
Balitbangtan, Kementerian Pertanian dalam hal ini BB Pascapanen membangun rumah produksi kakao ini dilengkapi dengan sembilan alat produksi diantaranya alat fermentasi biji kakao, alat pengering, alat penyangrai biji kakao, pemecah kulit biji kakao, pengepres biji kakao, alat pembuat pasta, alat pembuatan bubuk kakao dan alat pembuatan permen coklat.
Kementan memberikan bantuan berupa rumah produksi olahan kakao ini dengan tujuan untuk memberikan nilai tambah dari produk kakao petani Desa Puudambu, Konawe Selatan. Selain itu Mentan Syahrul mengatakan “Dengan adanya rumah produksi kakao ini, Indonesia jangan hanya menghasilkan kakao mentah, tapi didorong untuk bisa mengekspor kakao dalam bentuk olahan yang berkualitas” ujarnya.
Kemudian, Mentan Syahrul dengan didampingi oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, menyerahkan rumah produksi kakao lengkap dengan sembilan alat produksi kakao secara langsung kepada perwakilan kelompok tani Desa Puudambu, Kabupaten Konawe Selatan.
Dalam sambutannya Syahrul mengajak para Gubernur, Bupati, Walikota, Kapolda, Pangdam dan Perguruan Tinggi untuk bersama-sama membantu pengembangan pertanian Indonesia. “Kementerian Pertanian memiliki lembaga riset di setiap provinsi. Silahkan pemerinta daerah dan Perguruan Tinggi bekerja sama melakukan riset. Saya mau di setiap provinsi ada percontohan pengembangan kawasan pertanian dari hulu ke Hilir”. Tutur Syahrul.(Umar)

Tidak ada komentar