Teropongtimeindonesia-Jakarta-Jembatan Antar Kampung (JAK) yang dibangun sebagai penghubung wilayah Kebayoran Lama Selatan dan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan diresmikan.
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar mengapresiasi semua pihak, baik itu warga, unsur teknis dan anggota dewan yang telah bersama-sama menyuarakan aspirasi, sehingga jembatan ini dapat teralisasi dengan baik.
"Jembatan ini sudah lama diimpikan warga. Mereka menantikan kapan pembangunan atau renovasinya dapat direalisasikan. Alhamdulillah, pada hari ini hal tersebut dapat terwujud," ujarnya, Jumat (13/2).
Anwar berpesan, kepada warga agar menjaga jembatan yang dibangun menggunakan dana APBD ini. Karena jembatan ini diyakini bermanfaat sangat besar bagi mereka.
"Jika pemerintah sudah memberikan fasilitas yang baik, tolong dijaga dan dirawat dengan baik. Jangan sampai dalam waktu singkat kondisi jembatan menjadi tidak terawat," katanya.
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal menjelaskan, pembangunan jembatan dengan bentangan 20 meter dan lebar 1,8 meter ini merupakan hasil dari usulan warga melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
"Proses pembangunannya sendiri memakan waktu sekitar tiga bulan, namun proses administrasi dan penganggarannya memerlukan waktu satu tahun," ucapnya.
Rifki menuturkan, jembatan yang mengusung konsep ornamen khas Betawi ini, pembangunannya juga menyesuaikan konstruksi jembatan dengan kontur lahan serta bentuk aliran kali di lokasi tersebut.
Di mana, lanjut Rifki, untuk faktor keamanan, jembatan ini memiliki kapasitas beban aman hingga 40 orang dalam waktu yang bersamaan. Kemudian, terkait pencahayaan, digunakan lampu tembak yang telah dipasang di dua titik.
"Kami memilih untuk tidak memasang lampu langsung di badan jembatan guna menghindari adanya tarikan kabel yang berisiko mencelakakan warga. Dengan penggunaan lampu tembak, aspek estetika dan keamanan tetap terjaga," bebernya.
Ia mengimbau, warga di kedua wilayah tersebut agar bersama-sama menjaga serta memelihara jembatan ini supaya tetap awet dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
"Kami dari pihak pemerintah juga akan tetap melakukan pemeliharaan secara rutin terhadap fasilitas ini," jelasnya.
Ketua RW 10 Kebayoran Lama Selatan, Waldi Abas mengaku senang karena jembatan yang diidam-idamkan warga akhirnya terealisasi.
Sebelumnya, tambah Waldi, jembatan penghubung ini berstruktur bambu yang diikat tali, sehingga sangat membahayakan bagi warga.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah merealisasikan jembatan ini. Kami dari kedua wilayah sudah komitmen akan menjaga ini dengan baik," tandasnya.
Perlu diketahui, JAK ini dinamakan Jembatan JIUNG, karena menjadi penghubung antara Jalan Jati Indah dan Jalan Perhubungan

Tidak ada komentar