Beranda
Hukrim
Internasional
Kuala Lumpur
Peristiwa
Sorotan
Warga Aceh Korban Trafficking di Malaysia, Istri Korban Diperkosa

Teropongtimeindonesia-Kula Lumpur-Kasus dugaan  perdagangan manusia (Trafficking) dan kekerasan sekksual terhadap pekerja migran Indonesia mencuat setelah sepasang suami istri mengalami peristiwa tragis usai menerima tawaran kerja di Malaysia melalui media sosial.

Kedua Korban adalah warga Bener Meriah provinsi Aceh, suami bernama inisial ‘KN’ usia 27 Tahun, Pekerja Tani.  Istri nya bernama inisial “HN” usia 23 tahun, Pekerja Ibu Rumah Tangga. Korban perempuan mengalami kekerasan seksual, sementara suaminya sempat hilang. Meski kini keduanya telah ditemukan dalam kondisi selamat, paspor mereka diduga dibawa kabur oleh pelaku, sehingga keduanya terancam tidak dapat kembali ke Indonesia dan berisiko menghadapi persoalan hukum di Malaysia.
 
Kronologi: Dari Tawaran Kerja Hingga Kekerasan seksual.
Pasangan ini berangkat ke Malaysia setelah menerima tawaran pekerjaan melalui FB, dengan janji bekerja sebagai housekeeping bergaji RM 2.300.

Sebelum kejadian, paspor kedua korban diambil oleh pihak perekrut dengan alasan untuk pengurusan administrasi kerja. Namun setelah tiba di Malaysia, Keduanya dipisahkan dengan alasan tempat tinggal belum tersedia, “HN” K*rban perempuan ditempatkan di kamar terpisah. Pada malam hari, dua pria masuk dan melakukan kekerasan seksual terhadap istri korban.

Setelah kejadian, pelaku menghilang dengan membawa paspor k*rban, tanpa bisa dihubungi kembali.

Transkrip Percakapan: Petunjuk Keberadaan Suami.

“HN” Korban (Istri):

“Di mana suamiku?”

“Tolong kasih tahu.”

“Kalian mau enaknya saja.”

“Di mana suami aku?”

“HP-nya mana?”

Pihak Diduga Pelaku:

“Ada dengan Bangla.”

“Kamu tanya dia.”

(Memberikan nomor kontak): 0****86629**

“HN” Korban (Istri):

“Betulkah dia ada di sana?”

Jawaban Lanjutan Pelaku:

“Boss tak tahu.”

“Kamu bincang sama dia.”

“Dia bawa laki kamu.”

“Bos ada di Johor.”

“Apa-apa tanya si Bangla.”

Perkembangan Terbaru: Suami Korban “KN”  Selamat dan Melapor. Setelah sempat hilang, suami k*rban akhirnya dilepaskan oleh pelaku. Kini keduanya telah kembali bersama dalam kondisi selamat.

Kedua korban juga telah melaporkan kejadian ini kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Tidak ada komentar