Teropongtimeindonesia-Jakarta-Sebanyak 52 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jakarta Timur resmi menjadi mitra gerai minimarket Indomaret. Kepastian tersebut ditandai dengan penandatanganan formulir kerja sama kemitraan pelaku UMKM yang dilakukan di Gedung Pusat Promosi Industri Kayu dan Mebel (PPKIKM), Jalan Jatinegara Kaum, Kecamatan Pulo Gadung.
Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto mengatakan, sebanyak 52 pelaku UMKM tersebut telah mengikuti tahapan kurasi terakhir bersama PT Indomarco sekaligus melengkapi formulir kerja sama.
Menurutnya, kemitraan ini menjadi salah satu terobosan yang selama ini dinantikan para pelaku UMKM agar produk mereka dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
"Mudah-mudahan ini bisa terus berjalan. Pesan saya kepada para pelaku usaha agar tetap konsisten, menjaga mutu, terus berinovasi dan tidak bosan," ujarnya, Senin (27/7).
Kusmanto menjelaskan, Jakarta Timur memiliki potensi pasar yang sangat besar untuk pengembangan produk UMKM. Selain memiliki jumlah penduduk yang mencapai sekitar 3,2 juta jiwa, Jakarta Timur juga memiliki sarana transportasi dan pusat aktivitas masyarakat, seperti Bandara Halim Perdanakusuma serta stasiun kereta api cepat.
"Kondisi ini membuka peluang besar bagi produk UMKM lokal untuk dipasarkan melalui jaringan ritel modern yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta Timur," ungkapnya.
Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Timur, Andi Ahmad Redi memaparkan, proses seleksi dilakukan secara bertahap dan cukup ketat. Pada tahap awal, terdapat sekitar 1.000 UMKM yang mengikuti seleksi.
"Dari jumlah tersebut, sekitar 100 UMKM dinyatakan lolos seleksi atau kurasi. Setelah menjalani proses kurasi lanjutan, akhirnya sebanyak 52 UMKM dinyatakan memenuhi persyaratan dan resmi menjadi mitra Indomaret," imbuhnya.
Micro Economic Manager PT Indomarco, Purwanto Wahyudi menambahkan, sebanyak 52 UMKM tersebut dinyatakan lolos kurasi dan menandatangani perjanjian kerja sama sebelum mulai memasok produknya ke gerai Indomaret.
"Produk mereka tidak boleh sama satu sama lain saat masuk ke gerai Indomaret. Kita coba mengurangi duplikasi produk," bebernya.
Ia menuturkan, proses seleksi tidak hanya mempertimbangkan jenis produk yang dihasilkan. Aspek lain yang menjadi penilaian meliputi cita rasa, tampilan kemasan, pelabelan, serta berbagai persyaratan pendukung lainnya.
"Setelah resmi menjadi mitra, produk dari 52 UMKM tersebut dijadwalkan mulai dipasok ke gerai Indomaret pada Agustus mendatang," jelasnya.
Sementara itu, salah seorang pelaku UMKM, Muhammad Alamudin mengaku senang karena produk usahanya berhasil lolos kurasi dan mendapat kesempatan dipasarkan melalui gerai Indomaret.
"Produk kami ada tujuh varian kacang almond dan lima varian kacang mede panggang. Namun, yang masuk ke Indomaret hanya varian kacang mede saja," tandasnya.

Tidak ada komentar