Teropongtimeindonesia-Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menegaskan larangan membuka dan membersihkan lahan dengan cara membakar. Praktik tersebut dinilai berisiko menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengganggu kesehatan masyarakat, serta menyebabkan kerusakan lingkungan.
Prabowo meminta pemerintah dan aparat terkait memperkuat pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan, khususnya di wilayah yang rawan mengalami kebakaran. Masyarakat dan pelaku usaha juga didorong menggunakan metode yang lebih aman dan tidak merusak lingkungan.
Larangan pembakaran lahan menjadi perhatian penting karena kebakaran dapat dengan cepat meluas ketika kondisi cuaca panas dan kering. Selain merusak ekosistem, asap akibat karhutla juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan menurunkan kualitas udara.
Pemerintah juga diminta meningkatkan langkah pencegahan, bukan hanya bertindak setelah kebakaran terjadi. Pengawasan di lapangan, kesiapsiagaan personel, serta edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam mencegah karhutla.
Prabowo menekankan bahwa pembangunan ekonomi harus tetap berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Karena itu, pembukaan lahan harus dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak mengorbankan kelestarian hutan maupun keselamatan masyarakat.
Pemerintah berharap ketegasan terhadap praktik pembakaran lahan dapat mendorong masyarakat dan dunia usaha untuk meninggalkan cara-cara pembukaan lahan yang berisiko menimbulkan bencana lingkungan.

Tidak ada komentar