Berita Nasional

4 Destinasi Pariwisata Berkelanjutan Indonesia Diakui sebagai Sustainable Destinations Top 100 Dunia

Oktober 11, 2019
0 Komentar
Beranda
Berita Nasional
4 Destinasi Pariwisata Berkelanjutan Indonesia Diakui sebagai Sustainable Destinations Top 100 Dunia

Teropongtimeindonesia.com,Empat destinasi pariwisata pemenang Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA) berhasil menjadi Sustainable Destinations Top 100 Dunia. ISTA merupakan penghargaan tahunan tingkat nasional untuk destinasi pariwisata berkelanjutan yang diinisiasi Kementerian Pariwisata untuk mensosialisasikan pariwisata berkelanjutan yang mengacu pada Peraturan Menteri Pariwisata 14/16 tentang “Pedoman Pariwisata Berkelanjutan”.

“Pengembangan industri dan usaha pariwisata saat ini dipusatkan pada keberlanjutan destinasi dan dampak positif yang dapat dihasilkan dari pariwisata. Kita bangga destinasi pemenang ISTA dapat diakui keberhasilannya dalam menerapkan pariwisata berkelanjutan,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan, Valerina Daniel, menjelaskan bahwa sebelum masuk ke dalam Sustainable Destinations Top 100, Desa Wisata Pemuteran (Bali), Desa Wisata Nglanggeran (Yogyakarta), Desa Wisata Pentingsari (Yogyakarta), dan Desa Wisata Penglipuran (Bali) merupakan penerima ISTA 2017 masing-masing dalam kategori Konservasi Lingkungan, Pemanfaatan Ekonomi untuk Masyarakat Lokal, dan Sosial-Budaya.

“Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia mengacu pada Permenpar No. 14 Tahun 2016 yang diadopsi dari Global Sustainable Tourism Council (GSTC) dimana kategori serta indikatornya juga digunakan dalam proses pemilihan Sustainable Destinations Top 100. Jadi kami yakin bahwa ke-4 destinasi tersebut dapat bersaing di level internasional karena kami memakai pedoman yang sudah berstandar internasional,” kata Valerina Daniel. 

Penghargaan Sustainable Destinations Top 100 adalah program tahunan Green Destinations Foundation yang bertujuan untuk memamerkan cerita sukses dan praktek pariwisata berkelanjutan dari destinasi pariwisata di seluruh dunia. Tahun ini 100 destinasi pariwisata berkelanjutan terbaik telah diumumkan pada 10 Oktober 2019 di Kroasia. Destinasi yang berada di peringkat teratas pada daftar Sustainable Destinations Top 100 akan diundang untuk menerima ‘Best of Top 100’ di ITB Berlin 2020.

Sugeng Handoko, Pengelola Desa Wisata Nglanggeran mengatakan, “Bersyukur kami bisa masuk ke daftar Sustainable Destinations Top 100. Kami harap dengan ini semakin banyak orang yang mau bersama memuliakan warisan bumi dan mensejahterakan masyarakat dengan pengembangan pariwisata.”

Demikian juga dengan Doto, Pengelola Desa Wisata Pentingsari yang mengatakan bahwa terpilihnya Desa Wisata Pentingsari sebagai salah satu Sustainable Destinations Top 100 2019 merupakan suatu tanggung jawab besar agar mereka dapat tetap menjaga keseimbangan dalam mengelola desa wisata dengan mendapatkan manfaat ekonomi dari melestarikan budaya dan alam sekitar desa.

“Kami harap apresiasi ini dapat menjadi penyemangat kawan-kawan desa lain untuk membangun desa sebagai kontribusi nyata dalam membangun Indonesia,” lanjut Doto.

Terkenal dengan filosofi Tri Hita Karana yang dipegang teguh oleh masyarakat Bali, tidak heran jika banyak destinasi pariwisata di Bali yang sudah mempraktekan pariwisata berkelanjutan. I Nengah Moneng, salah satu Pengelola Desa Adat Penglipuran menjelaskan, “Sustainable Destinations Top 100 bagi kami adalah sebuah penghargaan yang dapat memperkuat komitmen kami untuk selalu menjaga Desa Wisata Penglipuran sebagai tujuan wisata berbasis masyarakat, berbudaya, dan berwawasan lingkungan yang didasari konsep Tri Hita Karana,
yaitu selalu menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Sang Pencipta, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan alam.”

Selanjutnya, Pengelola Desa Wisata Pemuteran yang terkenal dengan usaha konservasi dan keindahan bawah lautnya mengatakan, “Komunitas Pemuteran merasa sangat bersyukur atas pengakuan Internasional yang kami terima. Untuk kami, pariwisata berbasis komunitas akan terus menjadi sarana penting serta menjadikan komunitas kami sebagai benchmark untuk komunitas lain dalam mendukung kegiatan konservasi dan proteksi terhadap sumber daya laut berbasis komunitas yang terus dilakukan melalui edukasi dan program regenerasi.”

Sesuai Permenpar No. 14/2016,  pariwisata di Indonesia harus memperhatikan prinsip 3P (People, Planet, Prosperity) atau memperhatikan lingkungan, masyarakat setempat, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan kata lain, pariwisata Indonesia harus mendukung pelestarian alam dan atraksi yang ada agar dapat mensejahterakan masyarakat di sekitarnya. Semakin Dilestarikan, Semakin Mensejahterakan!

(Red/Tim)

Tidak ada komentar