KENDARI,Teropongtimeindonesia.com - Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa dari Forum Mahasiswa Sulawesi Tenggara Bersatu di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Tenggara, Kamis 17 Oktober 2019 berakhir ricuh.
Massa yang mencoba menduduki Mapolda sempat berhasil menerobos kawat berduri yang dipasang di sepanjang perempatan Mapolda. Namun usaha mereka kandas di tangan barikade pasukan pengendalian massa (Dalmas) yang sigap menghadang massa aksi.
Kericuhan pun tak terhindarkan. Massa beberapa kali terlibat saling dorong, bahkan saling pukul dengan polisi sejak usai ibadah shalat dhuhur.
Kericuhan besar pecah setelah massa melempari petugas dengan batu. Tak tinggal diam, polisi mulai menembakkan meriam air dan gas air mata ke arah ratusan massa itu.
Bukannya mundur, massa aksi justeru nampak riang gembira dengan adanya semprotan air itu. Mereka berjoget-joget sambil mengolok-olok aparat.
“Lagi.. ayo semprot lagi,” teriak massa aksi.
Polisi kemudian memperingatkan massa agat tidak melakukan tindakan anarkistis melalui pengeras suara.
“Adik-adik mahasiswa, kami mohon jangan lakukan tindakan yang melanggar hukum atau kami akan mengambil tindakan tegas,” ujar polisi dari mobil pengurai massa.
Himbauan itu justeru dibalas oleh massa aksi dengan teriakan dan cemohan.
“Kau tembak kawan kami, kau bunuh dia. Itu baru melanggar hukum,” teriak mahasiswa lagi.
Kericuhan baru mereda sekitar pukul 15.00 WITA. Massa mundur setelah bernegosiasi dengan beberapa pimpinan kepolisian.(Dany)


Tidak ada komentar