Internasional

Andi Amien Assegaf : Menteri Luar Negeri Jangan Hanya Memantau Penyebaran Virus Corona Tapi Juga Kebutuhan Pangan TKI di Hongkong

Februari 08, 2020
0 Komentar
Beranda
Internasional
Andi Amien Assegaf : Menteri Luar Negeri Jangan Hanya Memantau Penyebaran Virus Corona Tapi Juga Kebutuhan Pangan TKI di Hongkong


Jumlah TKI di Hong Kong saat ini diperkirakan mencapai angka 180.000 orang. Informasi dari KBRI Hongkong  sejauh ini belum  ada laporan resmi adanya TKI Hong Kong yang terinfeksi virus corona.
sempat muncul kabar  ada seorang TKI meninggal dunia secara mendadak di Hong Kong. Namun setelah dikonfirmasi, penyebab kematian karena serangan jantung byukan karena terinveksi virus corona.   
Sejauh ini Konsulat Jenderal RI di Hong Kong melarang majikan mengajak pekerja yang berasal dari Indonesia bepergian ke wilayah China daratan. Imbauan itu dikeluarkan KJRI Hong Kong untuk menekan kekhawatiran  penyebaran virus corona mematikan yang bersumber dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.
KJRI Hongkong juga telah  meminta agen tenaga kerja dan majikan untuk tidak mengajak para pekerja dari Indonesia melakukan perjalanan ke China. KJRI juga meminta kepada agen dan majikan untuk mengecek kembali masa kontrak kerja para TKI yang ada di Hongkong. Apabla ada TKI yang sudah terlanjur ada di China maka dihimbau untuk segera memulangkan mereka ke Hongkong.
bagaimanapun juga KJRI  dan agen bertanggung jawab pada  keselamatan dan keamanan pekerja migran asal Indonesia.
Pada  pekan terakhir ini, ratusan orang mengantre demi membeli masker dan vitamin, dan makanan seperti daging, makanan laut, beras, dan mie instan teryata ikut diborong, Konsumen khawatir apabila  penutupan perbatasan Hong Kong dan China akan memberi dampak pada persediaan produk. Sekitar 90 persen total persediaan makanan di Hong Kong adalah produk impor. Banyak di antaranya berasal dari China Daratan. Masyarakat Hongkong mulai khawatir dalam beberapa hari ke depan. Harga-harga juga naik.
Produk-produk yang turut ludes adalah hand wash dan cairan antiseptik. Karung-karung beras dan mi instan yang tersisa pun diborong pelanggan. Supermarket lebih dipilih oleh pembeli ketimbang pasar tradisional, sebab kondisi supermarket yang ber-AC dianggap lebih aman.
Bagi warga Hong Kong, aksi borong makanan itu tak pernah terjadi sebelumnya. Efek dari Virus Corona dianggap lebih parah daripada ketika wabah SARS terjadi. Situasi ini perlu benar-benar menjadi perhatian dari Kementerian Luar Negeri Indonesia karena mengingat banyaknya TKI yang tinggal secara mandiri, kalau aksi serbu pasar terus berlanjut maka krisis pangan past akan terjadi dan kenaikan harga juga tidak bisa dihindari, apabila ini terjadi maka TKI di Hongkong akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sudah waktunya Kementrian Luar Negeri memikirkan untuk memenuhi kebutuhan hidup khusus untuk  TKI Indonesia baik dengan memberikan bantuan secara Cuma-Cuma maupn dengan cara membuka pasar khusu untuk TKI selama masa krisi virus corona belum berakhir.
·         Info untuk TKI di Hongkong,  apabila ada informasi yang ingin disampaikan kirim ke (wa) 085211311162, Teropong Time Indonesia siap mengaksesnya.

Tidak ada komentar