Jumlah TKI di Hong Kong saat ini diperkirakan mencapai
angka 180.000 orang. Informasi dari KBRI Hongkong sejauh ini belum ada laporan resmi adanya TKI Hong Kong yang
terinfeksi virus corona.
sempat muncul kabar ada seorang TKI
meninggal dunia secara mendadak di Hong Kong. Namun setelah dikonfirmasi,
penyebab kematian karena serangan jantung byukan karena terinveksi virus corona.
Sejauh ini Konsulat Jenderal RI di Hong Kong melarang
majikan mengajak pekerja yang berasal dari Indonesia bepergian
ke wilayah China daratan.
Imbauan itu dikeluarkan KJRI Hong Kong untuk menekan kekhawatiran penyebaran virus corona mematikan yang
bersumber dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.
KJRI Hongkong juga telah meminta agen tenaga kerja dan majikan untuk tidak mengajak para pekerja dari Indonesia melakukan perjalanan ke China. KJRI juga meminta kepada agen dan majikan untuk mengecek kembali masa kontrak kerja para TKI yang ada di Hongkong. Apabla ada TKI yang sudah terlanjur ada di China maka dihimbau untuk segera memulangkan mereka ke Hongkong.
bagaimanapun juga KJRI dan agen bertanggung jawab pada keselamatan dan keamanan pekerja migran asal Indonesia.
Pada pekan terakhir ini, ratusan orang mengantre demi membeli masker dan vitamin, dan makanan seperti daging, makanan laut, beras, dan mie instan teryata ikut diborong, Konsumen khawatir apabila penutupan perbatasan Hong Kong dan China akan memberi dampak pada persediaan produk. Sekitar 90 persen total persediaan makanan di Hong Kong adalah produk impor. Banyak di antaranya berasal dari China Daratan. Masyarakat Hongkong mulai khawatir dalam beberapa hari ke depan. Harga-harga juga naik.
KJRI Hongkong juga telah meminta agen tenaga kerja dan majikan untuk tidak mengajak para pekerja dari Indonesia melakukan perjalanan ke China. KJRI juga meminta kepada agen dan majikan untuk mengecek kembali masa kontrak kerja para TKI yang ada di Hongkong. Apabla ada TKI yang sudah terlanjur ada di China maka dihimbau untuk segera memulangkan mereka ke Hongkong.
bagaimanapun juga KJRI dan agen bertanggung jawab pada keselamatan dan keamanan pekerja migran asal Indonesia.
Pada pekan terakhir ini, ratusan orang mengantre demi membeli masker dan vitamin, dan makanan seperti daging, makanan laut, beras, dan mie instan teryata ikut diborong, Konsumen khawatir apabila penutupan perbatasan Hong Kong dan China akan memberi dampak pada persediaan produk. Sekitar 90 persen total persediaan makanan di Hong Kong adalah produk impor. Banyak di antaranya berasal dari China Daratan. Masyarakat Hongkong mulai khawatir dalam beberapa hari ke depan. Harga-harga juga naik.
Produk-produk yang turut ludes adalah hand wash dan
cairan antiseptik. Karung-karung beras dan mi instan yang tersisa pun diborong
pelanggan. Supermarket lebih dipilih oleh pembeli ketimbang pasar tradisional,
sebab kondisi supermarket yang ber-AC dianggap lebih aman.
Bagi warga Hong Kong, aksi borong makanan itu tak
pernah terjadi sebelumnya. Efek dari Virus Corona dianggap lebih parah daripada
ketika wabah SARS terjadi. Situasi ini perlu benar-benar menjadi perhatian dari
Kementerian Luar Negeri Indonesia karena mengingat banyaknya TKI yang tinggal
secara mandiri, kalau aksi serbu pasar terus berlanjut maka krisis pangan past
akan terjadi dan kenaikan harga juga tidak bisa dihindari, apabila ini terjadi
maka TKI di Hongkong akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sudah waktunya
Kementrian Luar Negeri memikirkan untuk memenuhi kebutuhan hidup khusus
untuk TKI Indonesia baik dengan
memberikan bantuan secara Cuma-Cuma maupn dengan cara membuka pasar khusu untuk
TKI selama masa krisi virus corona belum berakhir.
·
Info untuk
TKI di Hongkong, apabila ada informasi
yang ingin disampaikan kirim ke (wa) 085211311162, Teropong Time Indonesia siap
mengaksesnya.

Tidak ada komentar