Makassar-Teropong Time Indonesia- Nasib pengungsi
etnis Muslim Rohingya, Myanmar, di Indonesia masih abu-abu. Tidak diterima
kembali ke negara asal, namun sulit untuk diberangkatkan ke negara ketiga.
Seperti yang dialami pengungsi Muslim-Rohingya di Makassar. Mereka mengatakan
harapan mereka telah hilang.
Nur Islam 54 tahun, salah seorang pengungsi etnis Muslim
Rohingya di Makassar mengisahkan tentang hidupnya yang terlunta-lunta di
Indonesia.
Nur Islam masuk ke Indonesia pada Tahun 2010 melalui perairan laut Jawa. Pria yang
mengungsi bersama keluarganya itu itu
hidup di salah satu kamp pengungsian di Makassar bersama para penyintas konflik kekerasan
terhadap manusia dari negara lain.
Nur Islam mengatakan kepada teropong Time Indonesia , sudah 9 tahun
dirinya hidup di kamp pengungsian itu dan berharap diberangkatkan ke negara
ketiga yang merupakan tujuan akhirnya. Namun, hingga kini Nur Islam bersama ratusan pengungsi etnis
Muslim-Rohingya lainnya hanya bisa pasrah menunggu kabar baik diberangkatkan ke
negara ketiga.
"Kami, orang Rohingya, sedih.
Harapan kami sudah hancur. Pengungsi lain 2,5 sampai 3 tahun sudah berangkat ke
negara ketiga. Sama-sama satu tempat tinggal pengungsi lain berangkat, kami
tidak. Apa yang beda? Apa masalah?" kata Nur Islam kepada Teropong Time ndonesia.
Nur Islam menjelaskan para pengungsi etnis Muslim-Rohingya di Indonesia juga
tidak bisa pulang ke negara asal, yaitu Myanmar. Alhasil, para pengungsi etnis Muslim Rohingya menghadapi
masa depan yang tak pasti.
Protes ke
UNHCR Tidak Pernah Ditanggapi
Mereka telah menyampaikan protes ke
United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) lantaran ada perlakuan
berbeda dibanding pengungsi dari negara lain.
"Pengungsi Rohingya di Indonesia
tidak bisa pulang ke negara asal.Pengungsi dari negara lain semua bisa pulang.
Kenapa saya katakan seperti itu? Kami hanya bisa ke negara ketiga. Tapi
pengungsi dari negara lain yang bisa kembali ke asal didahulukan," kata Nur
Islam.
"Kami yang tidak bisa pulang
seharusnya didahulukan (ke negara ketiga). Kenapa seperti ini? Saya tidak
paham. Harapan sudah hancur, 8 tahun di sini. Pengungsi lain sudah dikirim ke
negara ketiga. Kenapa kami orang Rohingya tidak bisa," tanya Nur Islam.

Tidak ada komentar