Internasional

UNHCR DISKRIMINATIF TERHADAP PENGUNGSI ROHINGYA

Februari 05, 2020
0 Komentar
Beranda
Internasional
UNHCR DISKRIMINATIF TERHADAP PENGUNGSI ROHINGYA


Makassar-Teropong Time Indonesia- Nasib pengungsi etnis Muslim Rohingya, Myanmar, di Indonesia masih abu-abu. Tidak diterima kembali ke negara asal, namun sulit untuk diberangkatkan ke negara ketiga. Seperti yang dialami pengungsi Muslim-Rohingya di Makassar. Mereka mengatakan harapan mereka telah hilang.
Nur Islam 54  tahun, salah seorang pengungsi etnis Muslim Rohingya di Makassar mengisahkan tentang hidupnya yang terlunta-lunta di Indonesia.
Nur Islam masuk ke Indonesia pada  Tahun 2010 melalui perairan laut Jawa. Pria yang mengungsi bersama keluarganya itu  itu hidup di salah satu kamp pengungsian di Makassar  bersama para penyintas konflik kekerasan terhadap manusia dari negara lain.
Nur Islam  mengatakan kepada  teropong Time Indonesia , sudah 9 tahun dirinya hidup di kamp pengungsian itu dan berharap diberangkatkan ke negara ketiga yang merupakan tujuan akhirnya. Namun, hingga kini  Nur Islam  bersama ratusan pengungsi etnis Muslim-Rohingya lainnya hanya bisa pasrah menunggu kabar baik diberangkatkan ke negara ketiga.
"Kami, orang Rohingya, sedih. Harapan kami sudah hancur. Pengungsi lain 2,5 sampai 3 tahun sudah berangkat ke negara ketiga. Sama-sama satu tempat tinggal pengungsi lain berangkat, kami tidak. Apa yang beda? Apa masalah?" kata  Nur Islam kepada Teropong Time ndonesia.
​Nur Islam menjelaskan para pengungsi etnis Muslim-Rohingya di Indonesia juga tidak bisa pulang ke negara asal, yaitu Myanmar. Alhasil, para pengungsi etnis Muslim Rohingya menghadapi masa depan yang tak pasti.
Protes ke UNHCR Tidak Pernah  Ditanggapi
Mereka telah menyampaikan protes ke United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) lantaran ada perlakuan berbeda dibanding pengungsi dari negara lain.
"Pengungsi Rohingya di Indonesia tidak bisa pulang ke negara asal.Pengungsi dari negara lain semua bisa pulang. Kenapa saya katakan seperti itu? Kami hanya bisa ke negara ketiga. Tapi pengungsi dari negara lain yang bisa kembali ke asal didahulukan," kata Nur Islam.
"Kami yang tidak bisa pulang seharusnya didahulukan (ke negara ketiga). Kenapa seperti ini? Saya tidak paham. Harapan sudah hancur, 8 tahun di sini. Pengungsi lain sudah dikirim ke negara ketiga. Kenapa kami orang Rohingya tidak bisa," tanya Nur Islam.

Tidak ada komentar