Kepolisian

Terkait Isu Hoaks Penculikan di Pangkep, Ini Pesan Kabid Humas Polda Sulsel

Maret 09, 2020
0 Komentar
Beranda
Kepolisian
Terkait Isu Hoaks Penculikan di Pangkep, Ini Pesan Kabid Humas Polda Sulsel

Makassar,Teropongtimeindonesia.com-Dalam beberapa hari terakhir muncul kabar penculikan anak di media sosial yang meresahkan warga Pangkep dan Sulsel pada umumnya . Namun pihak kepolisian memastikan itu hoaks.


Dalam posting-an disebutkan Mawar ( nama samaran) (12) adalah siswi MTs DDI Asyirhatal Mustakim asal Kampung Malelleng, Kelurahan Sibatua, Kabupaten Pangkep, yang mengaku diculik tiga orang menggunakan mobil minubus. Dan membawanya pergi. Korban mengaku berhasil melarikan diri sejauh tiga kilometer setelah berhasil kabur dari atas mobil penculik.

Terkait kasus tersebut Kabid Humas  Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo dalam Komperensi Pers yang di gelar di Mapolda Sulsel , Senin (09/03) menyampaikan keprihatinannya tentang maraknya kasus merekayasa penculikan

"Mudah-mudahan  tidak ada lagi kasus seperti ini, hanya karena anak merasa bersalah hingga berbuat dan merekayasa penculikan, " kata Kabid Humas

" Jadi saya himbau agar para orang tua  agar melihat dan amati  anaknya bila ada permasalahan timbul, karena kalau sudah terjadi seperti ini bisa berimplikasi pidana dan merusak masa depan anak,"ungkap Kabid Humas


Dalam.press release yang digelar Mapolda Sulsel siang ini  Kapolres Pangkep yang mendampingi Kabid Humas  juga menegaskan  bahwa informasi tersebut hoaks dan  tidak benar, kejadian posting-an adalalah rekayasa.

AKBP Ibrahim Aji membantah keras dugaan penculikan ini. Polres Pangkep  sudah memeriksa korban dan melakukan olah TKP dan penyelidikan, namun ternyata semua itu adalah hoaks

" jadi saya minta masyarakat jangan sebar lagi di medsos,”tegas Kapolres Pangkep


Lebih lanjut Kapolres Pangkep menjelaskan kejadian sebernanya., bahwa Pelaku Mawar mengaku diculik lantaran kesal dan sakit hati karena dirinya disuruh pergi dari rumah oleh kakaknya, sebagai buntut dari keinginannya membeli sepatu baru yang tidak dikabulkan oleh ibunya.

“Jadi Mawar( nama samaran  ini lantaran sakit hati pergi menenangkan diri dibawah kolong rumah tantenya, dan terinspirasi cerita di Sinetron, lalu mengikat dirinya sendiri, minum obat penenang, dan saat ditemukan kerabatnya, dirinya mengaku diculik, padahal tidak seperti itu,”terang  Kapolres
Rizal Marzuki

Tidak ada komentar