Oleh : Ahmad Daryoko
Koordinator INVEST.
Penulis mengenali
mana Komunis dan mana Kapitalis itu mayoritas berdasar pengalaman
"empirik",meskipun kadang-kadang ditemui lewat tulisan di media
sekali- kali.
I. BAGAIMANA KOMUNIS/PKI ITU ?
Penulis mengenali PKI bukan dari theori yang "mulu-muluk” tetapi dari pengalaman riil yang di alami pada peristiwa G 30 S/PKI pada September/Oktober 1965. Saat itu penulis baru kelas V SD di sebuah desa di Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang yang berada di lereng barat Gunung Merbabu.
Di lereng barat Merbabu dikenal sebagai pusat pesantren NU, sedang lereng timur Merbabu sampai daerah Boyolali saat itu dikenal sebagai daerah merah alias basis PKI.
Saat menjelang G 30 S/PKI kondisi sudah memanas dimana antara PKI dan NU sudah terjadi "clash" gara-gara adanya UU Landreform /thn 1960 dimana seseorang yang tanahnya dianggap terlalu luas dipaksa dibagi bagi ke rakyat miskin. Saat itu yg memiliki lahan luas adalah Para Kyai Pemilik Pesantren itu yang oleh PKI disebut "tujuh setan desa" . Dan PKI saat itu memaksa para Kyai agar tanahnya di bagi-bagi ke rakyat miskin, yang tidak mau diancam dibunuh dan dimasukkan ke sumur.
Kemudian antara awal sampai akhir Oktober 1965 sekitar jam satu malam sampai pagi pasti terjadi penculikan yang dilakukan Pemuda Rakyat/PKI terhadap GP Ansor/Banser. PKI saat itu justru yang menyerang terlebih dulu ke daerah NU. Baru setelah RPKAD masuk ke desa-desa sekitar akhir Oktober 1965 posisinya berbalik GP Ansor/Banser dibantu tentara menghajar PKI. Ratusan orang terbunuh dari dua belah pihak.
Hal diatas merupakan pengalaman yang di alami langsung penulis bukan lewat cerita atau buku. Meskipun saat itu belum terlibat "pertempuran" karena masih kecil, bahkan kalau jam 12 atau jam satu malam justru bersembunyi di kolong tempat tidur saat kakak-kakak kami dari GP Ansor/ Banser teriak teriak " siap ! siap ! " saling mengingatkan teman-temannya karna ada rombongan PKI telah datang !
Saat itu kami yang masih SD dikumpulkan dalam Organisasi IPPNU (Ikatan Pemuda Pelajar NU) oleh tentara untuk dilatih baris berbaris dan dilatih "drum band" dengan pelatih dari AMN ( sekarang AKMIL ). Disamping itu diberikan indoktrinasi tentang bahaya PKI. Bahwa PKI itu Atheis (anti Tuhan). Ideologinya "sama rata sama rasa" , makanya mereka mau "menjarah" tanah para Ulama dengan semboyan "tujuh setan desa".
Kalau sekarang terjadi perubahan politik dari konstituen penulis di atas, tidak tahu juga ! Karna sejak keluar dari kampung dan masuk UGM , lebih masuk ke lingkungan HMI. dari pengalaman diatas dapat disimpulkan bahwa PKI itu anarkhis dan biadab !
II. BAGAIMANA DNG KAPITALIS ?
Penulis mengenal istilah Kapitalis, Neoliberal, Globalisasi, LOI sekitar tahun 2000-an saat Dirut PLN Koentoro Mangkoesoebroto membawa misi WB,ADB, IMF bernama "The White Paper" Kebijakan Restrukturisasi Sektor Ketenagalistrikan yang ternyata "menjiplak" The Power Sector Restructuring Program (PSRP) dari WB, ADB dan IMF yang merupakan implementasi Letter Of Intent (LOI) yang ditanda tangani Pemerintah Indonesia pada 31 Oktober 1997.
Ternyata PSRP tsb merupakan Naskah Akademik lahirnya UU Ketenagalistrikan yang meskipun telah dibatalkan MK tetap saja para oknum Penguasa/ Menteri nekad "menggandeng" Shen Hua, Huadian, Chinadatang, GE, EDF, Chengda , Taipan 9 Naga seperti TW dll, menguasai pembangkit-pembangkit PLN dan "merampok" jaringan Transmisi, Distribusi, Ritail serta konsumen PLN yg telah dibina bertahun- tahun oleh PLN. Mereka oknum pejabat melakukan itu semua dengan melanggar putusan MK tahun 2004 dan tahun 2016 adalah untuk "merampok" subsidi listrik yang ratusan triliun yang berasal dari hutang LN !
Dari sini dapat disimpulkan bahwa KAPITALIS itu sama biadabnya dengan KOMUNIS ! Karena akan membangkrutkan Negara dikemudian hari !
III. KESIMPULAN .
Umat Muslim harusnya bisa membedakan mana Komunis dan mana Kapitalis itu ! Karena sama-sama akan menghancurkan bangsa dan Negara Indonesia !
Jangan sampai bisa mendeteksi kekuatan Komunis secara sistematis , tetapi tidak bisa mendeteksi "manuver" KAPITALIS yang massive yang tidak kalah bahanya dengan KOMUNIS !
Bahkan saat ini Komunis China sudah melakukan "penyusupan" ke Indonesia melalui "modus" Kapitalis melalui Shen Hua, Huadian, Chinadatang, CNEEC dan lain-lain dengan mendatangkan ratusan ribu TKA China (yang indikasinya Tentara Merah, Wallahu alam).
Jakarta, 22 Maret 2021

Tidak ada komentar