Teropongtimeindonesia,Jawa Barat - Prabu Siliwangi bukan mitos, melainkan nama historis, yang artinya merupakan pijakan historis dari kisah-kisah yang beredar terkaitnya. Siliwangi adalah nama lain dari Sri Baduga Maharaja. Ia merupakan Raja Kerajaan Sunda (Pakuan Pajajaran) yang bersifat primus interpares; raja pinunjul di antara raja-raja Sunda lainnya.
Berbagai sumber menyatakan, Kerajaan Sunda melewati masa keemasan dalam periode kepemimpinan Prabu Siliwangi. Bahkan, berakhirnya kepemimpinan Prabu Siliwangi diyakini sebagai awal keterpurukan dan runtuhnya Kerajaan Sunda.
Ibu Kota Kerajaan Pajajaran adalah Kota Pajajaran atau Pakuan Pajajaran atau yang saat ini dikenal sebagai Kota Bogor. Pada masa lalu, orang-orang menyebut nama kerajaan dengan nama ibu kotanya. Kerajaan Pajajaran sebelumnya didirikan pada 923 oleh Sri Jayabhupati, berdasarkan Prasasti Sanghyang Tapak.
nama Siliwangi adalah julukan penduduk Sunda untuk Sri Baduga Maharaja (w. 1521). Nama ini sebenarnya sudah muncul ketika beliau masih hidup, sebagaimana termaktub dalam naskah Sanghyang Siksa Kandang Karesian (SSKK) yang ditulis tahun 1518 M
Siliwangi berarti silih-wangi, pengganti Prabu Wangi (Linggabuana) yang gugur tahun 1357 M bersama putrinya Dyah Pitaloka. Jayadewata (Manahrasa) dianggap memiliki keberanian seperti buyutnya itu. Karena itu, ia berhak menyandang gelar Sri Baduga Maharaja. Sementara dalam perilakunya, ia merepresentasikan pribadi, Wastukancana, kakeknya (w. 1475 M).
Jayadewata memang sangat layak dikenang segenap orang Sunda. Hingga sekarang kita bangga disebut sebagai seuweu-siwi Siliwangi. Keagungannya itu antara lain ditandai oleh kemampuannya menyatukan kembali kerajaan Sunda.
(Red)

Tidak ada komentar