Teropongtimeindonesia -Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi mencanangkan pembangunan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung di Lahan HPL 04 Jatinegara pada Kamis (7/10). Pembangunan Kampung Susun tersebut nantinya diperuntukkan bagi warga eks Bukit Duri yang pada 2016 lalu tergusur akibat normalisasi Sungai Ciliwung.
“Bahwa di tempat ini, dibangun kampung susun produktif tumbuh Cakung, yang akan
memfasilitasi 75 kepala keluarga yang semula tinggal di Bukit Duri yang menjadi
korban penggusuran pada bulan September 2016. Lima tahun mereka menanti, Dan
Alhamdulillah prosesnya memang panjang karena harus semuanya tertib
administrasi dan memastikan bahwa semua dijalankan dengan baik,” terang
Gubernur Anies.
Kampung susun ini merupakan hasil perencanaan yang menampung aspirasi warga
dengan konsep “Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung”. Harapannya bukan hanya
menjadi hunian yang layak, namun juga memiliki desain yang menjaga hubungan
sosial masyarakat, menjadi hunian produktif dan ramah lingkungan karena
dibangun dengan konsep ramah lingkungan, dengan menyediakan kolam detensi dan
kolam retensi untuk mengoptimalkan pemanfaatan air hujan, serta penyerapan air.
“Kita bersyukur karena bangunan yang sedang dibangun ini merupakan satu konsep
perkampungan yang secara rancangan bisa memfasilitasi interaksi masyarakat
kampung sebagaimana mereka dulu tinggal,” jelasnya
“Kedua adalah bangunan yang memungkinkan mereka produktif di rumah. Karena itu
rancangannya ada mezanin, memungkinkan mereka bekerja dari rumah, terlebih di
masa pandemi seperti saat ini. Dan ketiga, rancangannya ramah lingkungan, salah
satunya bisa mengelola air dengan baik dan mengelola SDA dengan ramah,”
lanjutnya.
Lebih dari itu, hadirnya Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung merupakan ikhtiar
untuk menunaikan janji, yakni menghadirkan keadilan dan kesempatan bagi warga
DKI Jakarta untuk mendapatkan hunian, terlebih bagi warga urban di mana
kebutuhan untuk bertempat tinggal menjadi sebuah keniscayaan.
“Bagi kami di Pemprov DKI Jakarta, ini adalah salah satu janji yang kita
tunaikan dan salah satu hal mendasar yang perlu menjadi kesadaran kita semua.
Bahwa siapa pun yang ada di kota ini, berhak untuk mendapatkan keadilan, berhak
mendapatkan kesempatan. Termasuk ketika akses kepada perumahan. Jadi kita ingin
babak baru bagi warga Bukit Duri setelah mereka punya, ada lima tahun dalam
hidupnya, di mana mereka tinggal sementara, mulai sekarang dibangun semoga
bulan Maret besok bisa tuntas,” tandasnya.
Sementara itu, salah satu perwakilan warga Bukit Duri, Sandiawan Sumardi
menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mewujudkan Kampung Susun
Produktif Tumbuh Cakung sekaligus menegaskan bahwa hunian ini akan menjadi
warisan bagi pihak-pihak yang berpartisipasi.
“Hunian kampung ini bermakna, rumah adalah tempat kisah dimulai, bagi kami
warga Bukit Duri yang jadi pengungsi, mengalami kerinduan tersendiri. Dan ini
adalah awal perjuangan hidup kami dimulai, perjuangan anak-anak kami nanti.
Pembangunan ini akan jadi legacy (warisan) bagi Pak Gubernur dan jajaran, bahwa
orang kecil yang minim materi tak layak mendapatkan rumah hunian dan pada hari
ini legacy bahwa semua itu mungkin, kami merasa dimanusiakan,” papar Sandiawan.
Kampung Susun Produktif Tumbuh ini merupakan Bangunan rusun terdiri dua Blok
dengan ketinggian 5 (lima) lantai, dengan jumlah unit sebanyak 79 unit hunian
split level. Dilengkapi dengan sarana prasarana seperti ruang serbaguna,
musholla, fasilitas pelayanan kesehatan, kantor RT dan pengelola, taman
kanak-kanak, play ground, parkir, taman dan lain-lain. Luas lahan rusun hunian
sekitar 4.407 m2 yang merupakan bagian lahan HPL 4 seluas 29.070 m2 dan
tercatat sebagai aset milik Unit Pengelola Kawasan Pusat Pengembangan Usaha
Kecil dan Menengah Serta Permukiman (UPK- PPUKMP) Pulogadung.
Edwin Asmara
Tidak ada komentar