Teropongtimeindonesia -Kutacane, Aceh – “Ayo photo kita rame-rame, masing-masing pegang sertifikatnya. Dapatnya susah ini piagam,” ujar salah seorang guru, kepada rekan sesama guru penerima Piagam Penghargaan atas capaian vaksinasi covid-19, di halaman belakang Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tenggara, Kamis (7/10/2021) sore.
Hari ini, sebanyak 77 kepala sekolah (Kepsek) dan guru
se-Kabupaten Aceh Tenggara menerima Piagam Penghargaan dari Pemerintah Aceh,
yang diserahkan seacara langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taqwallah,
atas capaian 80 persen hingga 100 persen vaksinasi Covid-19 siswa. Para Cek Gu
terlihat girang dan saling mengabadikan momen bahagia tersebut.
Salah satunya adalah Tiarmawati Br Sembiring. Kepala
Sekolah SMA Swasta Panti Harapan Aceh Tenggara ini sukses melaksanakan
vaksinasi covid-19 tahap pertama kepada sebanyak 30 tenaga pendidik dan 553
siswa sekolah tersebut.
Tiarmawati mengungkapkan, sosialisasi dan pendekatan
kepada wali siswa menjadi kunci sukses sekolahnya melaksanakan vaksinasi hingga
mencapai 100 persen.
“Sosialisasi dan pendekatan yang baik kepada wali siswa
menjadi kunci sukses 100 persen pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap pertama di
sekolah kami. Nanti tanggal 12 Oktober kami akan melaksanakan vaksinasi tahap
kedua,” ujar Tiarmawati.
Tak hanya di Aceh Tenggara, sebelumnya Sekda juga
menyerahkan Piagam Penghargaan capaian vaksinasi Covid-19, 80 persen hingga 100
persen kepada 18 Kepala Sekolah dan Wali Kelas se-Kabupaten Gayo Lues, di
Mushalla SMA Negeri 1 Blangkejeren.
Kepada para kepala sekolah dan guru, Sekda mengingatkan
agar tidak terlena pada sukses vaksinasi tahap pertama. Karena setelah 14 hari
para siswa akan menerima suntikan vaksin tahap kedua.
“Terima kasih dan apresiasi kami kepada seluruh sekolah
atas kerja kerasnya sehingga mampu menyelesaikan vaksinasi siswa. Semoga apa
yang bapak Ibu lakukan mampu memotivasi sekolah-sekolah lainnya di Aceh. Jangan
terlena karena kita akan segera masuk ke vaksinasi tahap kedua,” ujar Sekda
berpesan.
Sosialisasi Vaksinasi Warga Dayah
Sekretaris Daerah Aceh, dr.Taqwallah, M.Kes, memberikan arahan saat
bersilaturahmi dengan Pimpinan dan Warga Dayah, dalam rangka sosialiasasi
vaksinasi Covid-19, di Dayah Perbatasan Darul Amin Aceh Tenggara, Kamis
(7/10/2021).
Sebagaimana diketahui, ini merupakan hari keempat Sekda Aceh bersama rombongan
berkunjung ke kabupaten/kota se-Aceh, untuk mensosialisasikan vaksinasi kepada
para ulama dan pimpinan dayah.
Hari ini, Sekda mensosialisasikan pelaksanaan vaksinasi
kepada ulama dan pimpinan dayah se-Kabupaten Gayo Lues, yang digelar di Aula
Meuligoe Bupati Gayo Lues.
Dalam pemaparannya, Sekda mengajak seluruh warga dayah
dan pesantren untuk turut menyukseskan gerakan vaksinasi dayah yang telah
berlangsung sejak tanggal 1 Oktober hingga 15 Oktober mendatang.
“Fokus Pemerintah Aceh saat ini adalah vaksinasi warga
dayah. Saya mengajak para ulama dan pimpinan dayah untuk secara bersama-sama
kita sukseskan gerakan ini agar kekebalan kelompok segera terbentuk dan kita
bisa beraktivitas seperti sediakala,” kata Sekda.
Taqwallah juga menjelaskan, selama ini berbagai
penelitian dan pengalaman telah membuktikan, bahwa vaksinasi adalah cara yang
sudah terbukti ampuh melemahkan penyakit yang dibawa oleh virus.
Berdasarkan pengalaman tersebut, saat ini Indonesia dan
seluruh dunia sedang gencar melaksanakan vaksinasi, untuk menekan penyebaran
Covid-19.
Pria yang pernah dinobatkan sebagai Dokter Teladan itu
mencontohkan salah satu kisah sukses vaksinasi, yaitu vaksinasi cacar dan
vaksinasi polio. Berkat gerakan massal imunisasi cacar dan polio berhasil
ditanggulangi.
“Pada dekade 1960-an hingga 1970-an, sebanyak 100
hingga 200 orang divaksinasi cacar setiap hari. Setelah sukses, tahun 1980
imunisasi cacar dihentikan. Selanjutnya, vaksinasi polio tahun 1995-1997. Pada
bulan September anak usia 5 hingga 10 tahun diberi vaksin polio. Sejak 2006
kasus polio tidak lagi ditemukan. Hingga akhirnya pada 27 Maret 2014
diterbitkan Sertifikat Bebas Polio,” ungkap Taqwallah.
Sekda juga menambahkan, hingga saat ini setiap calon
Jama’ah Haji dan Umrah juga wajib vaksin meningitis, untuk mencegah penularan
sakit peradangan pada selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang.
“Jika tidak divaksin meningitis, maka calon jama’ah
haji dan umrah tidak dibolehkan masuk ke wilayah Arab Saudi,” imbuh Taqwallah.
Dalam kegiatan sosialisasi ini, Sekda Aceh turut
didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahrol Fajri. Sore hari,
Sekda dan rombongan juga mensosialisasikan vaksinasi warga dayah, di Dayah
Perbatasan Darul Amin Aceh Tenggara.
Rina Nasution
Tidak ada komentar