Teropongtimeindonesia-Jakarta-Pedagang timun suri di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur ramai dikunjungi pembeli saat Ramadan. Tak pelak, omzet penjualan menjadi semakin meningkat dan keuntungan berlipat.
Salah seorang pedagang, Mara (50) mengatakan, sudah hampir enam tahun berjualan timun suri setiap bulan Ramadan. Dalam sehari, ia mampu menjual sekitar tiga hingga empat ton timun suri.
"Alhamdulillah, penjualannya sangat bagus karena pembeli selalu ramai setiap hari," ujarnya, Senin (23/2).
Mara menjelaskan, timun suri yang dijual dipasok dari wilayah Pandeglang, Banten. Komoditas tersebut dijual dengan harga Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per kilogram tergantung ukuran dan kualitas.
"Kalau cuaca sedang cerah atau panas, biasanya penjualan juga semakin meningkat karena timun suri biasa dibuat menjadi es atau minuman segar," terangnya.
Menurutnya, berjualan timun suri menjadi pilihan karena memiliki pangsa pasar yang baik selama Ramadan. Namun, di luar musim tersebut ia sehari-hari berjualan sayur-mayur di Pasar Induk Kramat Jati.
"Selama berjualan timun suri, aktivitas jualan sayurnya dihentikan sementara," ungkapnya.
Sementara itu, seorang pembeli Fariha (52) menuturkan, setiap tahun rutin berbelanja timur suri di Pasar Induk Kramat Jati untuk dijual kembali
di Pasar Lontar, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
"Setiap hari saya berbelanja di sini karena harganya relatif murah untuk dijual kembali. Saya biasa jual lagi Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu. Alhamdulillah, masih bisa dapat untung," tandasnya.

Tidak ada komentar