Teropongtimeindonesia-Jakarta-Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco mendukung percepatan penanganan sampah di pasar-pasar yang dikelola Perumda Pasar Jaya.
Menurutnya, persoalan sampah saat ini telah menjadi perhatian nasional. Hal itu terlihat dari digelarnya Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah oleh pemerintah pusat. Kondisi tersebut, kata Baco, menunjukkan penanganan sampah harus dilakukan secara serius dan terintegrasi, termasuk di Jakarta.
“Artinya, dari pusat sampai daerah sudah satu kata bahwa persoalan sampah ini harus segera ditangani. DKI juga harus bergerak cepat,” ujarnya, Jumat (27/2).
Ia mengapresiasi rencana Pasar Jaya untuk mengelola sampah secara mandiri sehingga tidak seluruhnya dikirim ke TPST Bantargebang. Dikatakan Baco, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mengurangi beban tempat pembuangan akhir.
Baco juga menyarankan agar penerapan sistem pengelolaan sampah modern diprioritaskan di pasar-pasar yang telah direvitalisasi. Dengan demikian, pembaruan fisik pasar berjalan seiring dengan peningkatan sistem kebersihan dan pengelolaan limbah.
Lebih jauh, ia menegaskan, penanganan sampah tidak boleh hanya berfokus pada pengolahan akhir. Pemprov DKI, kata dia, perlu merumuskan kebijakan yang mampu menekan timbulan sampah sejak dari sumbernya.
Menurut Baco, perlu langkah konkret agar komoditas sayur dan buah yang masuk ke pasar Jakarta tidak lagi membawa limbah berlebih. Ia mencontohkan kangkung yang masih lengkap dengan akar saat tiba di pasar, padahal bagian yang dikonsumsi hanya sebagian kecil.
“Kalau dari daerah asal sudah dibersihkan atau dikemas siap masak, sampahnya bisa jauh berkurang. Kalau tidak, kita akan terus-menerus hanya mengurus sampah,” jelasnya.
Ia juga mendorong Perumda Pasar Jaya menggandeng pihak profesional serta memanfaatkan teknologi tepat guna dalam pengelolaan sampah. Selain itu, penerapannya diharapkan diperluas secara bertahap ke banyak pasar di Jakarta agar hasilnya optimal dan berkelanjutan.
Baco berharap, langkah tersebut dapat menekan biaya pengangkutan ke TPST Bantargebang sekaligus menjadi solusi jangka panjang bagi pengelolaan sampah di pasar Jakarta.
“Intinya kami mendukung pengelolaan sampah pasar yang lebih mandiri dan modern. Tinggal dirumuskan formulanya agar tepat dan berkelanjutan,” katanya.
Selain persoalan sampah, Baco turut menyoroti pentingnya percepatan revitalisasi pasar. Ia menyebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung sebelumnya telah menekankan urgensi revitalisasi pasar. Namun, upaya tersebut masih menghadapi kendala pendanaan.
Skema kerja sama pemerintah dengan swasta (KPS) atau konsep build operate transfer (BOT) yang ditawarkan Pasar Jaya dinilai belum sepenuhnya menarik minat investor. Sebab itu, muncul opsi penggunaan Penyertaan Modal Daerah (PMD) untuk merevitalisasi sejumlah pasar prioritas yang belum memperoleh investor.
“Revitalisasi pasar ini harus tetap dikejar karena berkaitan langsung dengan pembenahan sistem, termasuk pengelolaan sampahnya,” tandasnya.

Tidak ada komentar