Beranda
Berita Nasional
Jakarta
Kegiatan Pemerintahan
parawisata
pembangunan
Pemprov Siapkan Revitalisasi Anjungan DKI Jakarta di TMII

Teropongtimeindonesia-Jakarta-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno meninjau Anjungan DKI Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (29/3).

Dalam kunjungan tersebut, Rano menyampaikan rencana revitalisasi Anjungan DKI Jakarta yang sebenarnya telah lama disiapkan. Namun, sejumlah kondisi sebelumnya membuat pengembangannya sempat tertunda.

“Sebetulnya sudah lama DKI merencanakan merevitalisasi anjungan ini. Cuma kemarin karena ada situasi dan kondisi, membuat agak terbengkalai. Nah, sekarang Pak Gubernur sudah memerintahkan untuk kita segera merevitalisasi anjungan ini karena sudah old fashioned,” ujarnya.

Ia menjelaskan, revitalisasi ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut lima abad Kota Jakarta. Pemprov DKI, lanjut Wagub, ingin menghadirkan wajah baru ibu kota melalui konsep anjungan yang lebih modern.

“Kemudian juga dalam rangka menghadapi Jakarta 500 tahun, jadi kita harus punya prototype Jakarta yang baru di sini. Mudah-mudahan itu bisa meningkatkan pengunjung mengenal tentang Kota Jakarta,” katanya.

Lebih lanjut, Rano menilai, jumlah pengunjung Anjungan DKI masih tergolong baik. Meski demikian, ia menekankan pentingnya menghadirkan konsep yang lebih menarik agar tetap diminati masyarakat.

“Saya tadi tanya jumlah kunjungan, masih cukup baik. Cuma saya juga mau tahu, karena saya pernah menjadi pimpinan provinsi yang punya stan di sini, jumlah kunjungannya bisa sedikit sekali. Itu tergantung dari outlet-nya. Kalau kita nggak menarik, siapa yang mau datang?” jelasnya.

Menurutnya, pengembangan anjungan ke depan harus berorientasi jangka panjang dengan konsep yang interaktif dan berbasis teknologi digital.

“Kita mempersiapkan 20 tahun lagi. Visinya harus ke sana. Ini harus immersive. Sekarang anak-anak sudah harus punya pandangan seperti itu. Kita mesti siapkan ke digitalnya, karena itu memang eranya,” tegasnya.

Ia juga menilai konsep lama yang masih ditampilkan saat ini sudah tidak relevan sehingga perlu segera diperbarui.

“Kalau dulu mungkin model begini iya, konteksnya masih Monas. Tapi sekarang ini harus segera kita revitalisasi,” tandasnya.

Tidak ada komentar