Teropongtimeindonesia-Jakarta-C40 Cities mengumumkan penunjukan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebagai Wakil Ketua Steering Committee C40 Cities.
C40 Cities adalah jaringan global yang terdiri dari hampir 100 kota besar di dunia yang berkomitmen untuk mengatasi krisis iklim. Jaringan ini berfokus pada kolaborasi antar-kota untuk berbagi pengetahuan, mendorong inovasi kebijakan, serta mempercepat implementasi solusi iklim yang berdampak nyata.
Kota-kota anggota C40 mewakili lebih dari 700 juta penduduk dunia dan sekitar seperempat perekonomian global, menjadikan C40 sebagai salah satu platform paling berpengaruh dalam aksi iklim perkotaan.
Kepala Biro Kerja Sama Daerah Setda Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi mengatakan, penunjukan ini semakin menegaskan peran strategis Jakarta sebagai pemimpin kunci di kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, dan Oseania (ESEAO) dalam mendorong solusi iklim perkotaan yang ambisius, sekaligus menjadi contoh bagi kota-kota megapolitan yang berkembang pesat.
Ia menyampaikan, Jakarta terus bergerak menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan tangguh di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung. Upaya ini dilakukan dengan menyeimbangkan kebutuhan ekonomi metropolitan yang besar dengan langkah-langkah nyata untuk mengatasi tantangan lingkungan.
“Kepercayaan yang diberikan kepada Gubernur Pramono Anung sebagai Vice Chair Steering Committee C40 Cities mencerminkan semakin kuatnya pengakuan global terhadap peran Jakarta sebagai kota yang aktif mendorong solusi iklim, pembangunan berkelanjutan, dan diplomasi kota di tingkat dunia,” ujarnya, Senin (18/5).
Selain itu, penunjukan ini mencerminkan upaya Biro Kerja Sama Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai ujung tombak kerja sama internasional Jakarta dalam memperkuat kemitraan strategis global serta memperluas keterlibatan Jakarta di panggung dunia.
“Momentum ini sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai mitra penting dalam jejaring kota global untuk membangun masa depan perkotaan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkeadilan,” tandasnya.
Sejumlah inisiatif utama yang tengah didorong meliputi:
• Mobilitas hijau terintegrasi: Transformasi sistem transportasi perkotaan melalui percepatan elektrifikasi armada TransJakarta serta penguatan integrasi jaringan transportasi rel untuk menekan emisi dan mengurangi kemacetan.
• Adaptasi iklim dan ketahanan terhadap banjir: Penguatan perlindungan wilayah pesisir serta revitalisasi sistem pengelolaan air perkotaan guna melindungi masyarakat dari kenaikan muka air laut dan cuaca ekstrem.
• Transisi energi berkeadilan: Peningkatan pemanfaatan energi terbarukan pada infrastruktur publik serta pengembangan ekonomi hijau yang membuka lapangan kerja berkelanjutan bagi seluruh warga Jakarta.
Selain itu, sejumlah manfaat strategis bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di antaranya:
1. Memperkuat posisi Jakarta dalam diplomasi kota global, membuka akses yang lebih luas terhadap praktik terbaik (best practices), dukungan teknis, serta peluang pendanaan internasional untuk mempercepat implementasi program iklim di tingkat lokal.
2. Peran ini menjadi momentum untuk meningkatkan daya tarik investasi hijau. Dengan visibilitas global yang lebih tinggi, Jakarta berpeluang menarik lebih banyak mitra pembangunan dan investor dalam sektor transportasi berkelanjutan, energi terbarukan, serta infrastruktur ketahanan iklim.
3. Dari sudut pandang kebijakan, keterlibatan langsung dalam Steering Committee memungkinkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk ikut membentuk agenda dan standar global, sekaligus memastikan bahwa perspektif kota-kota berkembang, termasuk tantangan urbanisasi cepat dan kebutuhan inklusivitas, terakomodasi dalam kebijakan iklim internasional.
Dalam perannya sebagai Wakil Ketua Steering Committee, Gubernur Pramono Anung akan mewakili suara kawasan ESEAO di tingkat global. Ia akan berkolaborasi dengan para gubernur dan wali kota dari berbagai kota dunia untuk mempercepat aksi iklim yang inklusif serta membangun kota yang berkelanjutan, tangguh, dan berkeadilan.

Tidak ada komentar