Debat capres yang berlangsung semalam tanggal 17 Maret
2019 merupakan debat ketiga yang rencananya akan berlangsung sebanyak 5 (lima)
kali sebagaimana yang sudah terjadwal dari KPU Republik Indonesia. Khusus debat
semalam hanya menampilkan calon Wakil Presiden Makruf Amin dan Sandiaga Uno.
Untuk debat semalam bertemakan pendidikan, kesehatan, serta sosial dan
kebudayaan. Sama halnya pada debat kedua ini juga tanpa adanya kisi-kisi dari
KPU sebagaimana pada debat pertama
Pada
debat semalam dimulai dengan pemaparan visi dan misi singkat dari kedua calon, pada sesi ini kedua paslon
diberi waktu selama 4 menit untuk menyampaikan visi dan misinya.
Bedanya
juga dengan debat sebelumnya karena pada debat kali ini tidak ada pertanyaann
video sebagaimana debat sebelumnya. Setelah pemaparan visi dan misi kedua capres diberi sesi khusus Selama 8
menit untuk menjawab pertanyaan dari moderator dan saling tanggap menanggapi
atas argument yang telah disampaikan masing-masing cawapres.
Dari
pengamatan debat semalam dari kedua cawapres, mulai dari penampilan, visi dan
misi, penguasaan materi, kemampuan dan pemahaman dalam menjawab pertanyaan dan tanggapan, ide-ide
kreatif yang trend maka secara keseluruhan kalau di beri penilaian maka kedua
paslon mendapat nilai rata-rata sebagai
berikut :
-
Ma’ruf Amin bila dirata-ratakan
mendapat nilai 7
-
Sandiga Salahuddin Uno bila
dirata-ratakan mendapat nilai 9
Untuk lebih jelas mari
kita simak secara ringkas bagaimana kedua performan kedua paslon semalam :
1. Penampilan
Jokowi
: 7
Prabowo
: 9
Pada segi penampilan,
dalam hal ini hal yang awal bisa dapat kita lihat dari kedua paslon adalah
busananya. Makruf tampil dengan mengenakan blazer putih yang dipadukan kopiah
hitam dan sarung gelap ditambah ikat pinggang besar khas orang tua jaman dulu,
gaya busana Makruf Nampak jauh dari milinium dan trend masa kini. dari segi
kerapian dan harmonisasi berbusana Makruf hanya pantas dapat nilai 7.
Berbanding terbalik
dengan Sandi, Sandi tampil sangat berwibawa dan rapi dalam berbusana, dengan memakai setelan jas
warna gelap dengan baju warna putih dan dasi warna merah dilengkapi dengan
kopiah hitam yang membuat penampilan
Sandi semalam benar-benar keliatan sangat rapi, elegan dan beriwbawa
serta nasionalis enak dipandang mata. Jadi sangat pantas kalau Prabowo diberi nilai 9 dalam hal berbusana
2. Visi
dan Misi
Makruf
: 7
Prabowo
: 9
Pemaparan
Visi dan Misi kedua pasangan semalam hanya diberi durasi waktu 4 menit, dengan
minimnya waktu tentunya kita tidak bisa menilai lebih jauh dan detail
singkatnya waktu. Kedua pasangan menyampaikan Visi dan Misi sesuai konsepnya
masing-masing, Ma’ruf dengan jargonnya
Indonesia Maju dan Sandi dengan Indonesia
Menang/Emas.
Materi
Visi dan Misi kedua cawapres cukup bagus namun keduanya berbeda dalam
penguasaan materi visi dan misinya. Makruf menyampaikan tentang apa yang telah
dilakukan Jokowi-Jk akan dilanjutkan akan melanjutkan bila terpilih sebagai
presiden/wakil presiden nanti, makruf terlihat kaku dalam menyampaikan visi dan
misi dan tidak mampu menyampaikan narasi dengan baik, terlihat monoton dan
datar. Berbeda dengan Sandi mampu
menyampaikan narasi visi dan misi dengan sangat baik dari segi informasi juga
sangat baik dan detail dalam menyampaikan proposal-proposal apa yang akan
dilakukan 5 tahun ke depan, jadi sangat pantas kalau Sandi memperoleh nilai 9
karena lebih unggul dari Makruf dalam visi dan misi ini.
3. Penguasaan
Materi Debat
Makruf
: 7.5
Sandi
: 9
Secara
umum materi debat keduanya cukup baik
mulai dari pendidikan, kesehatan, serta sosial dan kebudayaan, keduanya juga punya
konsep yang hamper sama dalam memajukan Indonesia 5 tahun ke depan. Makruf Amin
tidak mampu memberikan penjelasan yang lebih rinci,mendetail dan mendalam seperti
dalam memberikan konsep dan data reel, kelihatan tegang dan seperti orang yang
sedang membaca, materi yang ditawarkan juga tidak bisa menjawab tuntutan
kebutuhan masyarakat, tidak ada terobosan baru yang ditawarkan bisa menjawab
kebutuhan yang sangat mendesak, hanya menawarkan konsep-konsep lama seperti
kartu-kartu yang bermacam-macam jenisnya, apa yang ditawarkan sperti infra
struktur langit dianggap pengamat tidak jelas dan kurang menggigit. Berbanding terbalik
dengan sandiaga, apa yang ditawarkan seperti listrik murah, sembako murah,
peningkatan kesejahteraan guru honorer, perbaikan kurikulum yang berkarakter
dan berakhlatul karimah, menghentikan ujian nasional, penciptaan lapangan
kerja, penyelesaian masalah kesehatan muali dari hilir dan hulu. Komitemen yang
tegas membuka lapangan kerja sebanyak 2 juta yang ditopang dengan rumah kerja
dan industri kreatif dengan sinergis kurikulum di setiap jenjang pendidikan kearah
penyerapan tenaga kerja. Kemudian memanfaatkan budaya local dalam mengangkat industry
kreatif dengan kebinekaan tunggal ika.
Pada sesi ini Sandi benar-benar sangat
menguasai materi dan enjoi dalam menyampaikan dan menggunakan durasi waktu yang
tepat. Jadi sangat pantas kalau Sandi mendapat nilai 9 dan Makruf 7.5 dalam hal
penguasaan materi debat.
4. Kemampuan
Dalam menjawab Pertanyaan
Jokowi
: 7
Prabowo
: 9
Pertanyaan
pertama yang disampaikan oleh moderator adalah menanyakan kedua pasangan tentang komitmen mengenai peningkatan
riset dalam menjawab tantangan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi apabila
terpilih nanti. Dalam kaitan pertanyaan ini Sandi menganggap riset sebagai
sebuah investasi di masa yang akan datang, untuk itu riset harus disinergikan
antara dunia usaha, teknologi dan akademis, yang akan menurunkan kebutuhan
pokok dan peningkatan pendapatan serta tebukanya lapangan kerja yang
seluas-luasnya.
Makruf
dalam menjawab pertanyaan ini terihat tidak bisa menjawab dengan baik
sebagaimana tuntutan ke depan, makruf hanya menawarkan pembentukan lembaga
riset yang sesungguhnya sudah ada. Mekruf tidak bisa memberikan solusi terhadap
hasil-hasil riset yang justru menumpuk saat ini dan tidak terpakai.
Pada
pertanyaan sesi kesehatan moderator menanyakan kepada keduanya apa kebijakan yang akan dilakukan terhadap permasalahan
kesehatan saat ini yakni adanya tuntutan pelayanan yang tinggi dengan biaya
yang rendah. Makruf dalam menjawab pertanyaan ini hanya menyampaikan tentang
asuransi kesehatan (BPJS) jaminan kesehatan lainnya yang sudah berjalan,
Sandiaga untuk materi ini akan menyempurnakan JKN dan BPJS, memperbaiki
kekurangan yang ada selama ini dan malah menjadikan permasalahnan kesehatan ini
menjadi program 200 hari dalam masa jabatan.
Pada
topik ketenagakerjaan moderator menanyakan bahwa sumber daya tenaga kerja Indonesia
masih bertumpu pada ketrampilan belum menyentuh pada pengembangan manusia
sehingga belum bisa bersaing dan beradaftasi denngan perkembangan dan rentang
terhadap ketikadilan apalagi revolusi industri 4.0 dehumanisasi tenaga kerja. Kedua
cawapres hamper mempunyai konsep yang sama dalam memecahkan masalah ini, Cuma Sandiaga
lebih terprinci dan lebih jelas dalam pemecahan masalah seperti konsep rumah
siap kerja yang akan disediakan sampai dipedesaan, peningkatan skill
disesuaikan apa yang dibutuhkan dunia kerja menuju revolusi industry 4.0
Pada
sesi pertanyaan tentang budaya, kedua pasangan menyampaikan konsep yang hamper sama
untuk mengangkat budaya local dalam membangun sinergitas dalam membangun.
Pada
segmen saling Tanya jawab langsung antara kedua cawapres, sandiaga menanyakan
perihal tenaga kerja asing, sandiaga menkritisi kebijakan pemerintah yang
mencabut keharusan bisa berbahasa inidonesia bagi tenaga kerja asing dan ini
menyebabkan banyaknya tenaga asing yang berkerja yang seharusnya lowongan kerja
tersebut bisa diisi oleh tenaga kerja Indonesia, dalam menjawab pertanyaan ini
makruf tidak bisa memberi komentar perihal pencabutan syarat bisa berbahasa Indonesia,
Makruf hanya menyampaikan bahwa tenaga kerja asing di Indonesia hanya 0,01 %
(data yang ada pada penulis 0,07 %). Untuk kasus tenaga kerja asing ini Sandi
berkomitmen tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia harus bisa berbahasa
Indonesia. Pernyataan Makruf yang menyatakan bahwa tenaga kerja asing yang
bekerja mengisi formasi yang yang tidak bisa diisi oleh tenaga kerja lokal dalam
hal skill (ini juga dipertanyakan karna terbukti tenaga kasar juga banyak disi
oleh tenaga kerja asing seperti di Morowali).
Untuk
sesi tanya jawab ini makruf layak hanya mendapat nilai 7 dan sandi dapat nilai
9. Bila dirata-ratakan skornya maka Makruf mendapat nilai
-Andi
B.Amien Asgf-

Tidak ada komentar