ANALISIS DEBAT CAWAPRES DALAM PILPRES TAHAP III 2019

November 02, 2019
0 Komentar
Beranda
ANALISIS DEBAT CAWAPRES DALAM PILPRES TAHAP III 2019


 MAKRUF KALEM BERHADAPAN DENGAN SANDIAGA

Debat capres  yang berlangsung semalam tanggal 17 Maret 2019 merupakan debat ketiga yang rencananya akan berlangsung sebanyak 5 (lima) kali sebagaimana yang sudah terjadwal dari KPU Republik Indonesia. Khusus debat semalam hanya menampilkan calon Wakil Presiden Makruf Amin dan Sandiaga Uno. Untuk debat semalam bertemakan pendidikan, kesehatan, serta sosial dan kebudayaan. Sama halnya pada debat kedua ini juga tanpa adanya kisi-kisi dari KPU sebagaimana pada debat pertama
Pada debat semalam dimulai dengan pemaparan visi dan misi singkat  dari kedua calon, pada sesi ini kedua paslon diberi waktu selama 4 menit untuk menyampaikan visi dan misinya.
Bedanya juga dengan debat sebelumnya karena pada debat kali ini tidak ada pertanyaann video sebagaimana debat sebelumnya. Setelah pemaparan visi dan misi  kedua capres diberi sesi khusus Selama 8 menit untuk menjawab pertanyaan dari moderator dan saling tanggap menanggapi atas argument yang telah disampaikan masing-masing cawapres.
Dari pengamatan debat semalam dari kedua cawapres, mulai dari penampilan, visi dan misi, penguasaan materi, kemampuan dan pemahaman dalam  menjawab pertanyaan dan tanggapan, ide-ide kreatif yang trend maka secara keseluruhan kalau di beri penilaian maka kedua paslon mendapat nilai rata-rata  sebagai berikut :
-          Ma’ruf Amin bila dirata-ratakan mendapat nilai 7
-          Sandiga Salahuddin Uno bila dirata-ratakan mendapat nilai 9
Untuk lebih jelas mari kita simak secara ringkas bagaimana kedua performan kedua paslon semalam :
1.   Penampilan 
Jokowi : 7
Prabowo : 9
Pada segi penampilan, dalam hal ini hal yang awal bisa dapat kita lihat dari kedua paslon adalah busananya. Makruf  tampil dengan  mengenakan blazer putih yang dipadukan kopiah hitam dan sarung gelap ditambah ikat pinggang besar khas orang tua jaman dulu, gaya busana Makruf Nampak jauh dari milinium dan trend masa kini. dari segi kerapian dan harmonisasi berbusana Makruf hanya pantas dapat nilai 7.
Berbanding terbalik dengan Sandi, Sandi tampil sangat berwibawa dan rapi  dalam berbusana, dengan memakai setelan jas warna gelap dengan baju warna putih dan dasi warna merah dilengkapi dengan kopiah hitam yang membuat  penampilan  Sandi semalam benar-benar keliatan sangat rapi, elegan dan beriwbawa serta nasionalis enak dipandang mata. Jadi sangat pantas kalau  Prabowo diberi nilai 9 dalam hal berbusana
2.   Visi dan Misi
Makruf  : 7
Prabowo : 9
Pemaparan Visi dan Misi kedua pasangan semalam hanya diberi durasi waktu 4 menit, dengan minimnya waktu tentunya kita tidak bisa menilai lebih jauh dan detail singkatnya waktu. Kedua pasangan menyampaikan Visi dan Misi sesuai konsepnya masing-masing,  Ma’ruf dengan jargonnya Indonesia Maju dan  Sandi dengan  Indonesia Menang/Emas.
Materi Visi dan Misi kedua cawapres cukup bagus namun keduanya berbeda dalam penguasaan materi visi dan misinya. Makruf menyampaikan tentang apa yang telah dilakukan Jokowi-Jk akan dilanjutkan akan melanjutkan bila terpilih sebagai presiden/wakil presiden nanti, makruf terlihat kaku dalam menyampaikan visi dan misi dan tidak mampu menyampaikan narasi dengan baik, terlihat monoton dan datar. Berbeda  dengan Sandi mampu menyampaikan narasi visi dan misi dengan sangat baik dari segi informasi juga sangat baik dan detail dalam menyampaikan proposal-proposal apa yang akan dilakukan 5 tahun ke depan, jadi sangat pantas kalau Sandi memperoleh nilai 9 karena lebih unggul dari Makruf dalam visi dan misi ini.

3.   Penguasaan Materi Debat
Makruf : 7.5
Sandi : 9
Secara umum materi debat keduanya   cukup baik mulai dari pendidikan, kesehatan, serta sosial dan kebudayaan, keduanya juga punya konsep yang hamper sama dalam memajukan Indonesia 5 tahun ke depan. Makruf Amin tidak mampu memberikan penjelasan yang lebih rinci,mendetail dan mendalam seperti dalam memberikan konsep dan data reel, kelihatan tegang dan seperti orang yang sedang membaca, materi yang ditawarkan juga tidak bisa menjawab tuntutan kebutuhan masyarakat, tidak ada terobosan baru yang ditawarkan bisa menjawab kebutuhan yang sangat mendesak, hanya menawarkan konsep-konsep lama seperti kartu-kartu yang bermacam-macam jenisnya, apa yang ditawarkan sperti infra struktur langit dianggap pengamat tidak jelas dan kurang menggigit. Berbanding terbalik dengan sandiaga, apa yang ditawarkan seperti listrik murah, sembako murah, peningkatan kesejahteraan guru honorer, perbaikan kurikulum yang berkarakter dan berakhlatul karimah, menghentikan ujian nasional, penciptaan lapangan kerja, penyelesaian masalah kesehatan muali dari hilir dan hulu. Komitemen yang tegas membuka lapangan kerja sebanyak 2 juta yang ditopang dengan rumah kerja dan industri kreatif dengan sinergis kurikulum di setiap jenjang pendidikan kearah penyerapan tenaga kerja. Kemudian memanfaatkan budaya local dalam mengangkat industry kreatif dengan kebinekaan tunggal ika.
 Pada sesi ini Sandi benar-benar sangat menguasai materi dan enjoi dalam menyampaikan dan menggunakan durasi waktu yang tepat. Jadi sangat pantas kalau Sandi mendapat nilai 9 dan Makruf 7.5 dalam hal penguasaan materi debat.

4.   Kemampuan Dalam menjawab Pertanyaan
Jokowi : 7
Prabowo : 9
Pertanyaan pertama yang disampaikan oleh moderator adalah menanyakan  kedua pasangan tentang komitmen mengenai peningkatan riset dalam menjawab tantangan ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi apabila terpilih nanti. Dalam kaitan pertanyaan ini Sandi menganggap riset sebagai sebuah investasi di masa yang akan datang, untuk itu riset harus disinergikan antara dunia usaha, teknologi dan akademis, yang akan menurunkan kebutuhan pokok dan peningkatan pendapatan serta tebukanya lapangan kerja yang seluas-luasnya.
Makruf dalam menjawab pertanyaan ini terihat tidak bisa menjawab dengan baik sebagaimana tuntutan ke depan, makruf hanya menawarkan pembentukan lembaga riset yang sesungguhnya sudah ada. Mekruf tidak bisa memberikan solusi terhadap hasil-hasil riset yang justru menumpuk saat ini dan tidak terpakai.
Pada pertanyaan sesi kesehatan moderator menanyakan kepada keduanya apa kebijakan  yang akan dilakukan terhadap permasalahan kesehatan saat ini yakni adanya tuntutan pelayanan yang tinggi dengan biaya yang rendah. Makruf dalam menjawab pertanyaan ini hanya menyampaikan tentang asuransi kesehatan (BPJS) jaminan kesehatan lainnya yang sudah berjalan, Sandiaga untuk materi ini akan menyempurnakan JKN dan BPJS, memperbaiki kekurangan yang ada selama ini dan malah menjadikan permasalahnan kesehatan ini menjadi program 200 hari dalam masa jabatan.
Pada topik ketenagakerjaan moderator menanyakan bahwa sumber daya tenaga kerja Indonesia masih bertumpu pada ketrampilan belum menyentuh pada pengembangan manusia sehingga belum bisa bersaing dan beradaftasi denngan perkembangan dan rentang terhadap ketikadilan apalagi revolusi industri 4.0 dehumanisasi tenaga kerja. Kedua cawapres hamper mempunyai konsep yang sama dalam memecahkan masalah ini, Cuma Sandiaga lebih terprinci dan lebih jelas dalam pemecahan masalah seperti konsep rumah siap kerja yang akan disediakan sampai dipedesaan, peningkatan skill disesuaikan apa yang dibutuhkan dunia kerja menuju revolusi industry 4.0
Pada sesi pertanyaan tentang budaya, kedua pasangan menyampaikan konsep yang hamper sama untuk mengangkat budaya local dalam membangun sinergitas dalam membangun.
Pada segmen saling Tanya jawab langsung antara kedua cawapres, sandiaga menanyakan perihal tenaga kerja asing, sandiaga menkritisi kebijakan pemerintah yang mencabut keharusan bisa berbahasa inidonesia bagi tenaga kerja asing dan ini menyebabkan banyaknya tenaga asing yang berkerja yang seharusnya lowongan kerja tersebut bisa diisi oleh tenaga kerja Indonesia, dalam menjawab pertanyaan ini makruf tidak bisa memberi komentar perihal pencabutan syarat bisa berbahasa Indonesia, Makruf hanya menyampaikan bahwa tenaga kerja asing di Indonesia hanya 0,01 % (data yang ada pada penulis 0,07 %). Untuk kasus tenaga kerja asing ini Sandi berkomitmen tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia harus bisa berbahasa Indonesia. Pernyataan Makruf yang menyatakan bahwa tenaga kerja asing yang bekerja mengisi formasi yang yang tidak bisa diisi oleh tenaga kerja lokal dalam hal skill (ini juga dipertanyakan karna terbukti tenaga kasar juga banyak disi oleh tenaga kerja asing seperti di Morowali).
Untuk sesi tanya jawab ini makruf layak hanya mendapat nilai 7 dan sandi dapat nilai 9. Bila dirata-ratakan skornya maka Makruf mendapat nilai
-Andi B.Amien Asgf-



Tidak ada komentar