Debat
capres yang berlangsung semalam tanggal 30
Maret 2019 merupakan debat keempat yang rencananya akan berlangsung sebanyak 5
(lima) kali sebagaimana yang sudah terjadwal dari KPU Republik Indonesia.
Khusus debat semalam hanya menampilkan calon presiden tanpa wakilnya
sebagaimana pada debat sebelumnya, pada debat kedua ini juga tanpa adanya
kisi-kisi dari KPU sebagaimana pada debat pertama
Pada
debat semalam dimulai dengan pemaparan visi dan misi singkat dari kedua calon
yang berkaitan dengan Ideologi, pemerintahan, hubungan internasional dan
pertahanan dan keamanan kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan sesuai tema
kemudian dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab dan tanggapan dari kedua paslon.
Pada
debat kali ini kedua capres diberi sesi khusus dimana keduanya bebas untuk
mengemukakan argument dan pertanyaan.
Dari
pengamatan debat semalam dari kedua capres, mulai dari penampilan, kekompakan,
visi dan misi, penguasaan materi, kemampuan dan pemahaman dalam menjawab pertanyaan dan tanggapan maka secara
keseluruhan kalau di beri penilaian maka keduanya mendapat nilai rata-rata sebagai berikut :
-
Jokowi bila dirata-ratakan mendapat nilai 7
-
Prabowo bila dirata-ratakan mendapat
nilai 9
Untuk lebih jelas mari
kita simak secara ringkas bagaimana penampilan kedua paslon semalam :
1. Penampilan
Jokowi
: 7
Prabowo
: 9
Pada
segi penampilan, dalam hal ini hal yang awal bisa dapat kita lihat dari kedua
paslon adalah busananya. Sebagaimana debat sebelumnya Jokowi tampil dengan memakai baju berwarna putih dan
memakai celana warna hitam, baju lengan panjang dilipat sampai disiku,
nampaknya jokowi ingin meniru gaya Obama sebagai simbol pekerja keras, tapi
bedanya dengan Obama karena Obama penampilannya rapi dan elegan dengan baju di
dalam celana dibalut dengan ikat pinggang, kalau Jokowi kesannya kurang rapi dengan
baju dibiarkan diluar celana dan teknik lipatan lengang bajunya juga tidak
menampakkan sebagai simbol pekerja jadi pencitraan pekerja yang ingin
dinampakkan oleh Jokowi melalui penampilan busananya sepertinya gagal. Satu hal
lagi kekurangan dari penampilan Jokowi
ialah tidak memakai kopiah sebagai simbol nasionalisme. jadi sangat pantas
kalau Jokowi ini hanya patut mendapat nilai 7 dari segi kerapian dan
harmonisasi berbusana.
Pada
debat kali ini Prabowo tampil sangat rapi
dalam berbusana, dengan memakai setelan jas warna gelap dengan baju
warna putih dan dasi warna merah dilengkapi dengan kopiah hitam yang membuat penampilan
Prabowo semalam benar-benar keliatan sangat rapi, elegan dan beriwbawa
serta nasionalis enak dipandang mata. Jadi sangat pantas kalau Prabowo diberi nilai 9 dalam hal berbusana
2. Visi
dan Misi
Jokowi
: 7
Prabowo
: 9
Pemaparan
Visi dan Misi kedua pasangan semalam
diberi durasi waktu selama 4 menit, dengan waktu yang hanya masing-masing 4 menit kedua paslon
dipersilahkan menyampaikan visi dan misi secara singkat tentang program apa
yang akan dilakukan nanti terhadap Ideologi, pemerintahan, hubungan
internasional dan pertahanan dan keamanan apabila terpilih nanti.
Dalam
Visi dan Misi ini kedua pasangan menyampaikan materi yang hampir sama khususnya
terhadap komitemen penegakan ideologi “pancasila”. Prabowo yang diberi
kesempatan pertama menyampaikan bahwa pancasila adalah ideology final yang
merupakan hasil kompromi besar yang merupakan pemikiran cemerlang dari pendiri
bangsa Indonesia yang berhasil mempersatukan ratusan etnis,suku dan agama serta
mempersatukan budaya dan bahasa yang berlainan, inilah yang mempersatukan
Indonesia untuk itulah menurut Prabowo akan mempertahankan pancasila sampai
titik darah yang terakhir. Kemudian di bidang pemerintahan Prabowo menekankan
perlunya lembaga pemerintahan yang kuat, orang-orangnya kuat baru Negara akan
kuat dan dapat menjalankan program-program yang baik tapi lembaga pemerintahan
akan lemah kalau dilembaga pemerintahan terlalu banyak korupsi, jual-beli
jabatan maka yang terjadi Negara tidak akan menjalankan program pembangunan,
untuk itu Prabowo berkomitmen apabila terpilih nanti akan menberantas korupsi
dan meningkatkan taraf hidup aparat pemerintahan.
Di
bidang pertahanan dan keamanan Prabowo menganggap pertahanan kita lemah dan anggaran
pertahanan terlalu kecil untuk itu Prabowo akan memperpaiki situasi ini apabila
terpilih nanti, dibidang hubungan internasional Prabowo menyatakan seribu kawan
terlalu sedikit satu lawan terlalu banyak untuk itu kita akan baik dengan semua
Negara, semua kekuatan di seluruh dunia dan menjalin kerjasama yang
menguntungkan Indonesia.
Jokowi
dalam visi dan misinya menyatakan bahwa pancasila adalah kesepakatan dari para
pendiri bangsa, para pemimpin bangsa dari berbagai daerah, organisasi, ras, suku,
agama. untuk itu kita menjadi kuat jika kita bersama menjaga dan merawat dan
menjalankan pancasila dalam Negara. Dibidang pemerintahan Jokowi menyatakan ke
depan diperlukan pemerintahan dilan, digital melayani, untuk itu diperlukan
reformasi pelayanan publik lewat reformasi, diperlukan penyederhanaan dan penajaman kelembagaan kemudian diperlukan
peningkatan sdm aparatur Negara dan reformasi
tata kelola. Di bidang pertahanan Jokowi menyatakan diperlukan
peningkatan SDM pengembangan kualitas SDM TNI. Karena ke depan adalah perang
teknologi. Di bidang politik luar negeri Jokowi menyatakan situasi di dunia
sekarang penuh ketidak pastian, multilateralisme yang dilemahkan protektisme
yang semakin meningkat Indonesia harus tetap menjalankan politik bebas dan
aktif.
Berdasarkan
isi materi visi dan misi keduanya sangat jelas kalau apa yang disampaikan
Prabowo lebih baik dari Jokowi khususnya dalam mengawal persatuan dan
pembangunan Bangsa Indonesia ke depan terlebih komitmen Prabowo dalam
meningkatkan pertahanan dan keamanan Republik Indonesia, Prabowo berhasil menunjukkan kompetensinya
terkait tema yang dibahas dalam debat kali ini, yaitu, ideologi, pemerintahan,
pertahanan dan keamanan, serta hubungan internasional.
Jokowi
terkesan menyampaikan itu-itu saja seperti debat sebelumnya tidak ada
pembaharuan yang signifikan bagi kepentingan persatuan bangsa dari
ancaman,gangguan dan hambatan ke depan bagi kepentingan persatuan bangsa.
Jadi
sangat pantas kalau dalam debat semalam Jokowi hanya pantas di beri nilai 7
sedangkan Prabowo layak diberi nilai 9.
3. Penguasaan
Materi dan Kemampuan Menjawab Pertanyaan Dalam Debat.
Jokowi
: 7 Prabowo
: 9
Debat capres keempat dinilai
berbanding terbalik dengan gelaran-gelaran sebelumnya. Joko Widodo dinilai tampil lebih kalem dan cenderung berada dalam
tekanan. Sementara Prabowo Subianto dinilai lebih mendominasi dan meledak-ledak.
Anomali performa Jokowi dan Prabowo terlihat saat membahas isu pertahanan dan
keamanan. Prabowo yang notabene mantan Komandan Jenderal Kopassus itu tampil
percaya diri sejak awal.
Sementara Jokowi hanya mengulang-ulang data soal alokasi anggaran pertahanan
dan keamanan yang ia klaim lebih dari cukup. Anggaran pertahanan diulang-ulang
Jokowi untuk menangkis Prabowo yang menyentil soal pertahanan Indonesia rapuh
karena anggaran kalah dari Singapura. Pada momen ini, Jokowi terlihat beberapa kali berhenti berbicara dan mencari
jawaban. Lalu tangan kirinya berkali-kali memegang sikut dan gulungan lengan kemeja.
Gerak tubuh Jokowi tersebut sebagai
gelagat grogi. Hal itu terjadi karena Jokowi
dikejutkan dengan Prabowo yang tampil lebih ofensif.
Penulis melihat mental Pak Jokowi down karena
Prabowo yang selama ini tidak agresif, tidak emosional tiba-tiba gas. Mungkin
ini memengaruhi dan membuat mental Jokowi jatuh.
Prabowo bermain dengan karakter aslinya karena merasa punya kemampuan di bidang
pertahanan dan keamanan. sementara Jokowi yang terkejut menjadi kurang bisa mengeluarkan performa
terbaiknya. Terlihat saat membahas isu pemerintahan. Jokowi memilih bertanya soal pendapat
Prabowo terkait mal layanan publik. Alih-alih menyerang jawaban Prabowo, Jokowi
hanya merespons dengan pemaparan teknis program. Padahal pada debat sebelumnya,
Jokowi memanfaatkan debat terbuka untuk membuat Prabowo skakmat.
Dari awal Jokowi mentalnya sudah dipukul Prabowo. Prabowo tampil lebih
agresif dan menyerang Jokowi.
Pada saat ditanya tentang jual beli jabatan dalam
pemerintahannya Jokowi juga tidak mampu menjawab malah cendrung mengalihkan
perhatian ke pembahasan yang lain.
Berdasarkan pertimbangan tersebut di
atas maka sangat wajar kalau dalam hal ini Jokowi hanya mendapat nilai 7 karena
data yang disampaikan salah atau bahkan palsu, untuk Prabowo dalam sesi ini
penulis anggap sangat pantas untuk mendapat nilai 9.
Sementara dari hasil Google Trends juga menunjukkan
keunggulan Prabowo yang sangat signifikan terhadap Jokowi.
Berikut
rincian data popularitas kedua capres yang berhasil diunduh tim Teropong Time
Indonesia dari Google Trends pada Pukul 22.31 WIB.
Wilayah
|
prabowo: (30/03/19 21.31 – 30/03/19 22.31)
|
jokowi: (30/03/19 21.31 – 30/03/19 22.31)
|
Sulawesi
Barat
|
64%
|
36%
|
Sulawesi
Tenggara
|
75%
|
25%
|
Papua
Barat
|
78%
|
22%
|
Nusa
Tenggara Barat
|
58%
|
42%
|
Sumatera
Barat
|
67%
|
33%
|
Sumatera
Selatan
|
67%
|
33%
|
Daerah
Istimewa Yogyakarta
|
64%
|
36%
|
Sulawesi
Tengah
|
63%
|
37%
|
Gorontalo
|
61%
|
39%
|
Sulawesi
Selatan
|
61%
|
39%
|
Lampung
|
66%
|
34%
|
Banten
|
65%
|
35%
|
Riau
|
65%
|
35%
|
Maluku
Utara
|
54%
|
46%
|
Aceh
|
63%
|
37%
|
Jawa
Barat
|
64%
|
36%
|
Kepulauan
Riau
|
61%
|
39%
|
Bengkulu
|
66%
|
34%
|
Jambi
|
62%
|
38%
|
Daerah
Khusus Ibukota Jakarta
|
64%
|
36%
|
Nusa
Tenggara Timur
|
57%
|
43%
|
Sulawesi
Utara
|
45%
|
55%
|
Kalimantan
Timur
|
64%
|
36%
|
Papua
|
64%
|
36%
|
Sumatera
Utara
|
64%
|
36%
|
Jawa
Tengah
|
62%
|
38%
|
Kalimantan
Barat
|
66%
|
34%
|
Jawa
Timur
|
66%
|
34%
|
Kalimantan
Tengah
|
62%
|
38%
|
Maluku
|
66%
|
34%
|
Kalimantan
Selatan
|
57%
|
43%
|
Kalimantan
Utara
|
52%
|
48%
|
Kepulauan
Bangka Belitung
|
65%
|
35%
|
Bali
|
55%
|
45%
|
Nilai popularitas rata-rata
|
62.74%
|
37.26%
|
-Andi B.Amien Asgf-


Tidak ada komentar