Baru saja
Rakyat Indonesia mengalami peristiwa bersejarah dalam proses demokrasi di
Indonesia yakni pemilihan presiden dan wakil yang baru saja berlangsung pada tanggal 17 April 2019, dalam pilpres kali ini ada 2
pasangan calon yang bersaing untuk merebut siggasana presiden dan wakil
presiden RI yakni pasangan Jokowi-Makruf sekaligus sebagai petahana yang mendapat no
urut 01 dan pasangan Prabowo-Sandi dengan nomor urut 02. Pada pemilu kali ini
persaingan begitu panas antara kedua tim paslon, belum pernah terjadi dalam
sejarah pemilihan pilpres di Indonesia
situasi yang seperti ini. Dimulai sejak sebelum penentuan masa kampanye sampai
detik-detik terakhir perhitungan suara
hasil pilpres situasi makin panas.
Pasangan
Jokowi-Makruf sebagai petahana sebenarnya sangat diuntungkan dalam situasi ini,
karena tidak mengajukan cuti pada saat pelaksanaan proses pemiihan presiden
otomatis dapat menggunakan fasilitas
negara untuk kepentingan kampanyenya,
ditambah lagi dengan dukungan Aparat Sipil Negara (ASN) mulai dari tingkat RT,
RW, Kelurahan,Kecamatan, Kabupaten,Badan usaha Milik Negara Kalau secara matematis mungkin orang akan berpikir
Jokowi-Makruf akan keluar sebagai pemenang dalam pilpres 2019.
Pada saat
pelaksanaan kampanye pilpres 2019 ini ada sesuatu yang sangat menarik dalam
pertumbuhan dan perkembangan proses demokrasi di Indonesia keterlibatan
masyarakat secara sukarela dapat kita lihat dalam setiap aktifitas kampanye
kubu Prabowo-Sandi. Hampir semua pelaksanaan kempanye 02 tumpah riuh oleh
masyarakat yang ingin mendukung paslon 02 dari pengamatan berbagai pihak
ternyata mereka datang dengan sukarela tanpa mobilisasi khusus, mereka sendiri
yang mengupayakan transportasi, konsumsi bahkan atribut kampanye atas swadaya
sukarela. Bahkan yang lebih mencengangkan adalah adanya sumbangan sukarela uang
maupun barang dari masyarakat kepada paslon 02, kejadian ini hampir kita
temukan dalam setiap kampanye 02, bahkan walaupun tidak dihadiri langsung oleh
Prabowo atau Sandiaga Uno mereka tetap antusias dan mau menyumbang dana
kampanye kepada pihak 02.
Adanya
fenomena seperti di atas dalam proses demokrasi di Indonesia ini merupakan
kemajuan yang luar biasa dalam proses demokrasi ini telah menghapus stigma
jelek pada demokratisasi di Indonesia yang didentikkan dengan “Money Politik”.
Demokrasi memang seharusnya seperti itu, masyarakatlah yang harus
berpartisipasi aktif untuk mendukung calon wakil atau pemimpin yang diinginkan
sebagaimana yang terjadi pada negara-negara maju. Kalau proses seperti ini
berlangsung dalam proses demokrasi akan meminimalkan terjadi Korupsi di
kalangan pejabat apabila terpilih nanti.
Banyaknya
pelanggaran yang terjadi otomatis bisa merugikan pasangan 02 karena berakibat
akan berkurangnya suara pemilih 02, apalagi pelanggaran terjadi hampir
diseluruh wilayah Indonesia.namun demikian walau terjadi kecurangan dimana-mana
ternyata pasangan 02 Prabowo-sandi tetap menang bahkan menang cukup mutlak,
dalam perhitungan suara hasil pilpres SEMENTARA 2019 yang dilakukan Real Count Tim
Aplikasi Jurdil 2019 Forum 73 ITB tercatat pasangan Prabowo-Sandi memperoleh
suara 62,3 % sedangkan pasangan Jokowi-Makruf memperoleh suara 37,7 %, tingkat
akurasi data real count ini mencapai 99 %., yang jelas kita tunggu hasil penguman resmi dai KPU.
.
***Andi B.Amien Asgf***
9 komentar