AKSI BURUH DI GEDUNG DPR RI MENOLAK OMNIBUS LAW / RUU CILAKA 2020 SEMPAT TERJADI RICUH
Jakarta, Teropongtimeindonesia.com -Kemarin seluruh ribuan pekerja yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang dipimpin oleh "Andi Gani Nena Wea" selaku Presiden (KSPSI) melakukan Unjuk Rasa (UNRAS) digedung DPR RI. Mereka menuntut menolak "Omnibus law/ RUU CILAKA 2020 (cipta lapangan kerja) pada Rabu 12 Februari 2020. Presiden Aksi UNRAS "Andi Gani Nena Wea" berpesan kepada peserta aksi dalam aksinya jangan sampai terjadi anarkis & kegaduhan yang bisa menyebakan pengrusakan. Sedangkan aksi UNRAS dimulai pukul 08.00 - 18.00 wib. (14/02/2020)
Salah satu yang tergabung dalam peserta aksi " UNRAS" di Gedung DPR. RI 12 Februari 2020 dini hari. Perwakilan dari "PT. DENSO MUNUFACTURING INDONESIA" yang kami bisa wawancari oleh media online adalah "Ketua PUK PT.DENSO MANUFACTURING INDONESIA TIMONG SURYADI" dia mengatakan bahwa" Omnibus Law / RUU CILAKA 2020 (Cipta Lapangan Kerja) harus ditolak karena sangat merugikan kaum pekerja, dimana pasal - pasal pesangon yang diharapkan oleh para pekerja apabila para pekerja memasuki masa pensiun & sudah tidak lagi bekerja yang diharapkan para pekerja mendapatkan uang pesangon yang mana hal itu digunakan untuk modal usaha, ironisnya akan dihapuskan oleh Pemerintah hal ini akan sangat merugikan bagi para pekerja, yang sudah bekerja puluhan tahun," Pungkasnya.
"Seluruh aliansi Konfederasi (KSPSI) memilih untuk Aksi buruh yang dilakukan pada Tanggal 12 Februari 2020, tidak tanpa alasan untuk melakukan UNRAS digedung DPR RI" didalam aksinya dimana untuk penolakan "Omnibus Law/ RUU CILAKA 2020 (Cipta Lapangan Kerja) karena pada tanggal & hari itu dimana diserahkannya "RUU CILAKA 2020" Kepada ketua DPR RI " Puan Maharani," katanya.
Menurut salah satu Pengurus "SEKJEN PUK SPSI PT. DENSO MANUFACTURING INDONESIA", bahwa pemerintah Republik Indonesia ingin menciptakan lapangan kerja kepada masyarakat Indonesia. Tetapi fakta & kenyataannya secara perlahan ingin membunuh para Pekerja yang sudah bekerja, apabila Omnibus Law / RUU CILAKA 2020 (Cipta Lapangan Kerja) disahkan dan diperlakukan oleh pekerja, kata SEKJEN PUK SPSI PT. DENSO MANUFACTURING INDONESIA "ENDANG HERMAWAN. SH"
Salah satu pekerja yang kami bisa wawancari dalam aksi buruh kemarin yang tergabung dalam Unras digedung DPR RI.
"Masih kata SEKJEN PUK SPSI PT. DENSO MANUFACTURING INDONESIA" dalam UNRAS Penolakan Omnibus Law / RUU CILAKA 2020 sempat terjadi kericuan kecil, dimana ada seorang peserta aksi diduga mereka adalah provokator tanpa menggunakan atribut organisasi SPSI dimana mereka memaksa untuk naik ke Mobil Komando (MOKOM), kemudian hal itu dihalang - halangi oleh peserta aksi," kata SEKJEN PUK SPSI PT. DENSO MANUFACTURING INDONESIA" di depan Gedung DPR RI kemarin, selang beberapa menit kericuan tersebut sudah bisa diredam, " katanya.
(Erman)



Tidak ada komentar