Berita Nasional

Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR ke PTDI,Tinjau Puna Male

Februari 15, 2020
0 Komentar
Beranda
Berita Nasional
Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR ke PTDI,Tinjau Puna Male


Bandung,Teropongtimeindonesia.com - Sekretaris Utama BPPT Dadan M Nurjaman bersama dengan Deputi Bidang Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR) BPPT Wahyu Widodo Pandoe dampingi Anggota DPR Komisi VII dalam Kunjungan Kerja Spesifik ke PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) , Bandung, (14/02).

Kunjungan Kerja parlemen ini dilakukan untuk meninjau sejauh mana akselerasi penyelesaian terhadap Puna Male Elang Hitam yang diharapkan mampu menjaga kedaulatan NKRI baik di darat dan laut melalui pantauan udara 24jam.

Sebagai institusi pemerintah yang berfokus pada bidang kaji terap teknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berupaya melakukan penguasaan teknologi untuk membangun kemandirian Alutsista, dan meningkatkan daya saing industri Hankam nasional.

Kepala BPPT Hammam Riza sebelumnya mengungkapkan, dengan teknologi dan inovasi di era revolusi industri 4.0 Indonesia mampu mandiri dibidang pertahanan melalui pengembangan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) atau Drone, tipe Medium Altitude Long Endurance (MALE) atau disebut PUNA MALE ELANG HITAM.

Komisi VII DPR RI pun sampaikan dukungan penuh dan mengharapkan BPPT terus mengawal percepatan program PUNA MALE Kombatan, untuk meningkatkan kedaulatan bangsa.

Puna Male Elang Hitam dikembangkan oleh Konsorsium Pesawat Terbang Tanpa Awak bentukan pemerintah yang beranggotakan BPPT, Kementerian Pertahanan (KemHan) dan TNI Angkatan Udara sebagai pengguna, Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai mitra perguruan tinggi, PTDI sebagai mitra industri pembuatan pesawat, PT LEN Persero yang mengembangkan sistem kendali dan muatan, serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Sebagai informasi tambahan, Pesawat ini mampu terbang 24 jam dengan ketinggian mencapai 30.000 kaki, dilengkapi kamera dan radar sehingga mampu menjaga keamanan NKRI dr peningkatan ancaman di daerah perbatasan, terorisme, penyelundupan, pembajakan dan pencurian SDA seperti illegal logging dan illegal fishing.(Red/Dy)

Tidak ada komentar