Teropongtimeindonesia.online-Sulsel-Keluarga besar Veteran RI Kabupaten Gowa audience dengan Ketua Markas Daerah (MADA) LVRI Sulselbar, dalam audience tersebut Keluarga Besar Veteran Gowa menyampaikan aspirasi & Laporan yang diterima oleh langsung oleh Ketua MADA LVRI Sulselbar bersama wakil ketua & sekretaris,. Adapun isi aspirasi tersebut antara lain:
1.Penyelesaian masalah Kantor LVRI Kec.Bajeng yang di komersialkan
oleh ketua ranting LVRI Kec.Bajeng Abd Hatib
DG Lira dengan alasan untuk perawatan kantor padahal buktinya tidak pernah
sekalipun kantor di perbaiki
2.Masalah tanah Veteran RI di Cadika Desa Pabbentengan Kec Bajeng Kabupaten
Gowa seluas 57 Ha adalah pemberian Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Bupati H. KS Mas'ud pada tahun 1976, namun tanah tersebut dikelola
oleh para penggarap selama 44 tahun namun
veteran sebagai pemilik sah dari tanah tersebut
tidak mendapatkan hasil
padahal pembayaran PBB malah dibebankan ke pihak Veteran yang mencapai 300 juta rupiah.
3.Masalah Ketua Markas
Cabang LVRI Kab Gowa Mukhtar Dg Mone yang tidak kooperatif dalam menginventarisasi persoalan internal maupun eksternal,
kemudian tidak pernah koordinasi dengan MADA LVRI Sulselbar
sebagai organisasi induk LVRI di Sulselbar, semua ranting LVRI se kabupaten
Gowa ditutup pelayanan dipusatkan di Macab LVRI Gowa itupun
cuma dua hari senin dan Kamis melanggar
AD ART LVRI.
4.Anak cucu veteran di
Kab Gowa harus di inventarisasi.
5.Advokasi status Keveteranan dari Muhtar Dg Mone
Ketua Macab LVRI Kab Gowa dan Abd Hatib Dg
Lira Ketua Maran LVRI Kec Bajeng.
Berdasarkan aspirasi dan
laporan tersebut Ketua MADA LVRI Sulselbar memberikan petunjuk bahwa untuk menjalankan kembali roda organisasi
di Kab Gowa perlu di reposisi pengurus Macab LVRI Kab Gowa, Mudah-mudahan dengan reposisi tersebut diharapkan selalu bersinergi
dengan keluarga besar Veteran RI Kab Gowa mengingat banyaknya persoalan dalam organisasi
LVRI Kab Gowa,
Hal yang sama juga di sampaikan oleh wakil ketua
dan sekretaris MADA LVRI namun yang penekananya
pada aspek advokasi dugaan adanya manipulasi data sehingga diterbitkan SK Peneriaa tunjangan Veteran (Aspal), Hal yang ditekankan perlunya konsolidasi
dan inventarisasi data base anak cucu veteran di Kab Gowa.
Dari hasil Audienci ini diharapkan ke depan kita
sudah punya induk yang bisa menaungi, menjembani dan mewujudkan mimpi-mimpi
yang selama ini hanya sebatas harapan
asa tanpa bisa di buktikan.
Adapun pertemuan ini dinisialisasi di oleh 7 orang aktivis pejuang veteran Kab Gowa yakni
ST Nurbiah Dg Kinang, Andi B. Amin, Ahmad Baso. ST, Satria Palewai, Nursal Jemma, Mursalim Pattola
dan Jabbar Dg Ngitung.
(rpt achmadbaso)

Tidak ada komentar