Teropongtimeindonesia.online-Banda Aceh-Satuan Tugas Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Nasional kembali mengumumkan peta zonasi risiko daerah, setelah sempat absen minggu lalu. Menurut analisis data pandemi Covid-19 per 14 Maret 2021, sebanyak 17 kabupaten dan kota di Aceh sudah menjadi zona kuning, dan enam daerah lainnya masih zona oranye.
Hal tersebut
disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah
Abdulgani kepada awak media massa di Banda Aceh, Senin (22/3/2021).
“Zona kuning
dikategorikan sebagai daerah risiko rendah penularan virus corona, atau potensi
kenaikan kasus Covid-19,” kata pria yang akrab disapa SAG itu.
Ia
menjelaskan, 17 kabupaten dan kota zona kuning di Aceh berdasarkan analisis
data per tanggal 14 Maret 2021 meliputi Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Aceh
Timur, Aceh Tengah, Aceh Barat, Pidie, Aceh Utara, Aceh Singkil, Bireuen, Aceh
Barat Daya, Gayo Lues, Nagan Raya, Kota Lhokseumawe, dan Kota Subulussalam.
Bener Meriah, Aceh Jaya, Kota Sabang.
Sedangkan enam
daerah kabupaten/kota yang masih zona oranye, yakni Kabupaten Aceh Tamiang,
Kota Langsa, Pidie Jaya, Banda Aceh, Aceh Besar, dan Kabupaten Simeulue.
Menurut SAG,
peta zonasi risiko tersebut sangat dinamis dan warna bisa berubah-ubah setiap
minggu. Pada analisis sebelumnya, data per 28 Februari 2021, Kabupaten Pidie
Jaya dan Simeulue merupakan zona kuning, tapi kini menjadi oranye. Sebaliknya,
Bener Meriah dan Kota Sabang yang sebelumnya oranye kini menjadi zona kuning.
“Informasi
zona risiko ini sangat penting sebagai alat navigasi kebijakan, tapi yang jauh
lebih penting semua elemen masyarakat mencegah penularan virus corona guna
menekan angka kesakitan, dan mencegah kematian akibat Covid-19,” ujar SAG.
Progres
vaksinasi
Selanjutnya,
Juru Bicara Pemerintah Aceh itu melaporkan progres vaksinasi yang sedang
berlangsung di Aceh, hingga per tanggal 21 Maret 2021. Progres vaksinasi
petugas pelayanan publik meningkat dari 22.439 orang kemarin menjadi 22.720
orang, dan vaksinasi lansia tidak bertambah, masih tetap 415 orang seperti
dilaporkan kemarin. Sasaran vaksinasi Covid-19 pelayanan publik di Aceh
sebanyak 478.489 orang, dan Lansia sebanyak 435.651 orang.
Selanjutnya
SAG melaporkan progres vaksinasi tenaga kesehatan (Nakes). Nakes yang sudah
vaksin dosis I sudah mencapai 55.587 orang, atau sekitar 98,4 persen dari
sasaran yang sebanyak 56.472 orang. Sementara Nakes yang sudah mendapat vaksin
II sudah mencapai 47.333 orang atau sekitar 83,8 persen dari target. Vaksinasi
Nakes sudah dimulai sejak 15 Januari 2021.
Kasus
Covid-19
Selanjutnya,
SAG mengabarkan kondisi terakhir penanganan Pandemi Covid-19 di Aceh, per
tanggal 22 Maret 2021. Secara akumulatif, kasus Covid-19 di Aceh sudah tercatat
sebanyak 9.763 kasus/orang. Para penyintas yang sudah sembuh sebanyak 7.998
orang. Penderita dalam perawatan sebanyak 1.379 orang, dan kasus meninggal
dunia sebanyak 386 orang.
Ada
penambahan 20 kasus baru terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona dalam
dua hari terakhir. Para penderita Covid-19 tersebut terdiri dari warga Kota
Banda Aceh sebanyak 13 orang, Kabupaten Aceh Besar enam orang, dan satu lagi
warga Kabupaten Aceh Tamiang.
Pasien
Covid-19 yang dilaporkan sudah sembuh bertambah lagi sebanyak tiga orang, dan
ketiganya warga Kota Lhokseumawe.
“Korban
meninggal dunia tidak bertambah, tetap 386 orang, sejak kasus Covid-19 masuk ke
Aceh,” tambah SAG.
Sementara
kasus-kasus probable secara akumulatif sebanyak 672 orang, yang meliputi 602
orang sudah selesai isolasi, 12 orang sedang isolasi di rumah sakit, dan 58
orang meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan
indikasi kuat sebagai Covid-19, urai SAG.
Sedangkan
kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 7.093 orang. Suspek yang telah
selesai melakukan isolasi sebanyak 6.976 orang, sedang isolasi di rumah
sebanyak 74 orang, dan sebanyak 43 orang sedang menjalani isolasi di rumah
sakit

Tidak ada komentar