Teropongtimeindonesia- Banda Aceh—Kasus baru terkonfirmasi
positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) bertambah lagi 267 orang, dan ini
penambahan kasus positif harian tertinggi sejak Pandemi Covid-19 melanda Aceh.
Sementara itu, kasus sembuh harian juga bertambah 39 orang, dan empat orang
dilaporkan meninggal dunia dalam 24 jam terakhir.
Hal tersebut
disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh,
Saifullah Abdulgani secara tertulis kepada Teropong di Banda Aceh, Jumat (28/5/2021).
“Kasus baru
yang terkonfirmasi hari ini telah melampaui jumlah kasus harian tertinggi pada
tahun lalu,” ujarnya.
Juru Bicara
yang akrab dengan sapaan SAG itu menuturkan, kasus harian tertinggi tahun lalu
tercatat 212 orang, yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada 13 September 2020,
atau lebih rendah 55 orang dibandingkan yang dilaporkan hari ini sebanyak 267
orang, urainya.
Kemudian ia
menjelaskan, dari 267 kasus baru positif Covid-19 itu, yang paling banyak warga
Banda Aceh yang mencapai 66 orang. Kemudian disusul berturut-turut warga Pidie
sebanyak 53 orang, Aceh Besar 36 orang, Pidie Jaya 25 orang, dan warga
Lhokseumawe 19 orang.
Selanjutnya
yang positif baru warga Aceh Timur 13, orang, Aceh Tengah 11 orang, Gayo Lues
sembilan orang, warga Aceh Utara, dan Bireuen, sama-sama tujuh orang. Lebih
lanjut warga Aceh Singkil empat orang, warga Bener Meriah, Aceh Jaya, dan Aceh
Barat masing-masing dua orang.
Lebih lanjut
warga Kota Langsa, Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Selatan masing-masing
bertambah positif satu orang. Sisanya sebanyak delapan orang lagi merupakan
warga dari luar Aceh, sesuai data identitas kependudukan yang mereka miliki.
Sementara
itu, lanjut SAG, kasus sembuh pasien Covid-19 juga bertambah sebanyak 39 orang,
yang meliputi warga Pidie sebanyak 16 orang, Pidie Jaya 13 orang, Aceh Tamiang
lima orang, Banda Aceh sebanyak empat orang, dan satu lagi warga dari luar
daerah.
Sedangkan
empat pasien yang sebelumnya dirawat di rumah sakit rujukan kini dilaporkan
telah meninggal dunia, masing-masing warga Pide dua orang, dan kemudian
masing-masing satu orang warga Aceh Tamiang dan warga Kota Sabang.
Menurut SAG,
meyikapi lonjakan kasus positif harian Covid-19 yang mencapai 267 orang
tersebut hendaknya tidak panik. Bila terjadi kepanikan, alih-alih menyelesaikan
masalah lonjakan kasus harian Covid-19, melainkan dapat memicu pelbagai
permasalahan baru.
Lalu ia
menganjurkan agar masyarakat menyikapi lonjakan kasus positif Covid-19 dengan
meningkatkan kewaspadaan dan proaktif melakukan upaya-upaya pemutusan rantai
penularan virus corona di lingkungan sekitarnya. Jadilah “relawan Covid-19” di
gampong yang aktif menganjurkan kepada semua orang untuk patuh anjuran medis
dan menjalan kan protokol kesehatan.
“Bersikap waspada dan menjalankan protokol kesehatan sembari berdoa agar kita
semua terhindari dari penularan virus corona,” katanya.
Data
akumulatif
Selanjutnya SAG mengatakan, bila kita lihat secara akumulatif kasus Covid-19 di
Aceh, per 26 Mei 2021, telah mencapai 13.848 kasus/orang. Rinciannya, para
penyintas, yang sudah sembuh dari Covid-19, sebanyak 11.121 orang. Penderita
yang kini dirawat 2.171 orang, dan pasien yang meninggal dunia sudah mencapai
556 orang.
“Angka
tersebut termasuk penambahan kasus konfirmasi baru Covid-19 dalam 24 jam
terakhir, pasien yang sembuh, dan meninggal dunia,” tuturnya.
Lebih lanjut
ia laporkan kasus probable yang secara akumulatif sebanyak 733 orang, meliputi
633 orang sudah selesai isolasi, 14 orang isolasi di rumah sakit, dan 86 orang
meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi
kuat sebagai Covid-19, urai SAG.
Sedangkan
kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 9.370 orang. Suspek yang telah
usai isolasi sebanyak 9.113 orang, sedang isolasi di rumah 176 orang, dan 81
orang sedang isolasi di rumah sakit, tutupnya.
Rina
Nasution Amien

Tidak ada komentar