Dijelaskan Gubri, melalui Bina Marga pihaknya
mengusulkan preservasi jalan dan jembatan nasional yang terdiri dari preservasi
jalan Ujung Tanjung-Bagan Siapi api 6,64 km.
Kemudian, preservasi jalan Bagan Jaya-Kuala Enok 32 km,
preservasi jalan Pekanbaru-bts Kabupaten Kuansing-Muara Lembu-Taluk Kuantan-bts
Provinsi Sumbar 26,23 km.
Berikutnya, pembangunan dan pelebaran jalan nasional
terdiri dari pelebaran jalan 4 lajur jalan M.Yamin Bangkinang 3,52 km,
pelebaran jalan 4 lajur jalan Sp.Buatan-Sp.Siak Sri Indrapura 6 km, serta
pelebaran jalan 4 lajur jalan -Japura-Sp.Pematang Reba 0,5 km.
"Berkenaan dengan jalan strategis nasional dan
jalan daerah Riau, mengusulkan pembangunan jalan Parit Kitang Sp.Batang-Lubuk
Gaung 17 km, pembangunan jalan lingkar Pulau Rupat 25,25 km, pembangunan
jembatan Siak V 1 unit," ujar Gubri.
Lalu, pembangunan jalan lingkar Pekanbaru 16,6 km,
peningkatan jalan poros Pulau Bengkalis 18,87 km, DED pembangunan jembatan yang
menghubungkan Siak menuju Pulau Padang Kepulauan Meranti. Kemudian, pembangunan
jalan Simpang Bunut-Teluk Meranti 17,32 km, serta pembangunan jalan Enok-batas
Jambi 22,14 km.
Lebih jauh Gubri menyampaikan, melalui Cipta Karya
Pemerintah provinsi Riau mengusulkan pengembangan SPAM, yakni pembangunan SPAM
kawasan industri tanjung buton (KITB) 1001/detik, dan pengembangan infrastruktur
persampahan yaitu pembangunan TPA Regional Pekanbaru-Kampar.
Sedangkan melalui Sumber Daya Air, Pemerintah provinsi
Riau mengusulkan penyediaan air baku yang terdiri dari pembangunan unit intake
air baku SPAM KITB, pembangunan unit intake air baku SPAM IKK Rupat
Utara.
Lalu, pembangunan embung di Kecamatan Pekaitan Rokan
Hilir 5 hektar, dan rehabilitasi embung/kolam retensi RTH Kaca Mayang Kota
Pekanbaru 0,5 hektar.
"Sedangkan untuk rehabilitasi jaringan
irigasi/rawa kita usulkan peningkatan jaringan irigasi di Rokan Hilir 92 km,
peningkatan jaringan irigasi di Indragiri Hilir 72,749 km, serta peningkatan
jaringan irigasi di Pelalawan 41 km," jelas Gubri.
Melalui Perhubungan Darat, Gubri mengusulkan
pembangunan sisi darat Pelabuhan Mangkapan, pembangunan dermaga 2 dan sisi
darat pelabuhan penyeberangan Dumai. Lalu, pembangunan pelabuhan penyeberangan
Dakal di Meranti dan pembangunan pelabuhan penyeberangan Ketam Putih di
Bengkalis.
"Semoga usulan-usulan ini dapat terwujud,"
harap Gubri.
Menaggapi itu , Ketua Tim Komisi V DPR RI, Syarief
Abdullah Alkadrie berharap pandemi segera berakhir sehingga pembangunan juga
bisa dilaksanakan dengan normal.
"Terkait usulan dari pak Gubernur tentu nanti akan
kita lihat dan akan kita tidak lanjuti," ujar Syarief.
Ia juga mengatakan Kunker Komisi V DPR RI ke Provinsi
Riau, dalam rangka mengawasi pelaksanaan pengembangunan yang telah dilaksanakan
oleh Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah dan Transmigrasi, BMKG, serta Basarnas.
"Selain itu juga menjawab aspirasi Pemerintah
provinsi Riau terkait pembangunan infrastruktur yang pembiayaannya melalui
APBN," pungkasnya.
"Kehadirian Komisi V DPR RI kalai ini adalah dalam
rangka mendukung percepatan pembangunan di Riau. Terutama di bidang PUPR,
Perhubungan, desa, BMKG dan Basarnas," tutup Syarief.
Elis Herlina Amien
Tidak ada komentar