Beranda
Hukrim Daerah
Kepolisian
Pendidikan
Sorotan
sultra
Perkelahian Antar Pelajar di Sultra makin Marak

Teropongtimeindonesia - Kendari-Aksi ribut yang terjadi di kalangan pelajar masih sering terjadi di sekitar kita, mulai dari perkelahian biasa hingga tawuran. Belum lama ini, viral di media sosialvideo yang memperlihatkan dua orang siswi SMK tengah berkelahi di jalanan.

Video itu diunggah oleh akun Facebook.terkini pada Selasa (30/08). Peristiwa itu diketahui anak murid SMKN 1 Kolaka yang terjadi di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (SulTra).

Dalam video yang beredar, tampak dua orang siswi sedang adu jotos dan terbaring di tanah . Aksi perkelahian itu pun ramai jadi tontonan siswa yang lain.

Mirisnya, dua siswi tersebut berkelahi diduga hanya karena tersinggung dengan istilah kata anak jaman sekarang. Saat ini kabarnya kasus tersebut tengah di tangani pihak sekolah. Dan segera di panggil orang tua masing-masing siswi tersebut.

Dalam video itu, dua orang siswi SMK memakai seragam. Keduanya terlihat berkelahi tidak di area lingkungan sekolah SMK N 1 Kolaka.

Dua siswi itu terlibat aksi saling jotos dan terbaring di tanah. Mereka juga saling jambak, dan saling tarik menarik satu sama lain.

Saat kejadian itu, siswa lain yang ada di lokasi itu ramai mengerubungi dua siswi tersebut. Namun, tak ada yang cukup berani untuk melerai keduanya. Mayoritas siswa hanya melihat dan merekam aksi perkelahian tersebut dengan ponsel mereka. Bahkan sebagian ikut menyoraki saat dua siswi itu berkelahi.

"Weey weeyy.." sorak siswa lain saat melihat keduanya berkelahi.

Menurut keterangan dalam unggahan itu, kejadian tersebut telah dibenarkan oleh Kepala Sekolah dari SMKN 1 Kolaka itu, Abdul Muing. Ia mengatakan, dua siswi tersebut berkelahi hanya gara-gara tersinggung dengan istilah kata anak jaman sekarang. Namun Ia mengaku perkelahian itu berakhir damai. Meski begitu, pihak sekolah telah memanggil masing-masing orang tua siswi untuk datang ke sekolah.

"Benar ada perkelahian itu. Sebenarnya, itu sudah didamaikan oleh pihak sekolah. Tapi karena belakangan ini viral, sehingga pihak sekolah harus mengklarifikasi ke  masyarakat dan media terkait perkelahian itu. Jadi kami datangkan orang tua siswi Jum'at (02/09) ," jelasnya.

Kinerja Kepala Sekolah SMKN 1 Kolaka Abdul Muing di Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara mendapat apresiasi karena telah menyelesaikan secara kekeluargaan antara salah siswi yang bertengkar.  aturan yang ada di sekolahnya. Aturan tetap ditegakkan secara tegas dan tidak pandang bulu kepada siapa saja.

Menurutnya, kejadian ini membuktikan profesionalisme satuan pendidikan di daerah tersebut. Pasalnya siapa pun harus mengindahkan peraturan tersebut. Diharapkan koordinasi antara sekolah dan dinas pendidikan dapat terus berjalan dengan baik guna meningkatkan mutu pendidikan daerah.

Pihak pemerintahan akan selalu mendukung dan memberikan inovasi supaya pendidikan bisa terus dilakukan dengan keterbatasan yang ada. Tentunya hal ini juga perlu dukungan dari berbagai macam pihak,” lanjutnya.

Sekertaris Diknas Provinsi Sulawesi Tenggara berpesan kepada para kepala sekolah untuk menjadi figure yang dapat dijadikan oleh guru dan juga siswa-siswi. Ia yakin jika peran kepala sekolah dalam memberikan kontribusi di setiap sekolah sangat vital.

“Kedepan kepala sekolah harus bisa berinovasi, dan baik SMA swasta maupun negeri boleh bersaing asalkan untuk hal pendidikan dab hal yang positif,” tuturnya.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru-guru sekolah SMKN 1 Kolaka baik siswa-siswi maupun orang tua murid yang bersangkutan di kabupaten Kolaka. Tercatat sebanyak 10 orng tua siswi dan 5 guru mengikuti rapat ini yang di pimpin langsung kelapa sekolah SMKN 1 Kolaka PAK Abdul Muing.(Teropongtimeindonesia.online/Andi Ardi)

Tidak ada komentar