Teropongtimeindonesia.online - Mamuju-Sulbar-, Relawan Nasional Laskar Siaga Bencana atau disingkat “LAKSANA” hingga saat ini terus intens memberikan bantuan logistic kepada korban gempa bumi. Sebagaimana diketahui gempa darat berkekuatan 6,2 Mw yang melanda pesisir barat Pulau Sulawesi, Indonesia pada tanggal 15 Januari 2021, pukul 02.28 WITA. Pusat gempa berada di 7 km timur laut Majene, Sulawesi Barat dengan kedalaman 10 km. Guncangan gempa bumi dirasakan di sebagain besar bagian barat Pulau Sulawesi hingga pantai timur Kalimantan.
Dampak dari
gempa tersebut ratusan rumah mengalami kerusakan dan menewaskan puluhan orang. Relawan
LAKSANA terus melakukan bantuan kemanusian baik berupa tenaga maupun bantuan logistic
hingga saat ini.
Pada hari Sabtu,
20/02-2021 hingga Ahad, 21/02-2021 Relawan Nasional Laskar Siaga Bencana LAKSANA
Makassar dibawah komando Panglima Abdurrahman dan Relawan Nasional LAKSANA
Palu-Sulteng dibawah komando Ustadz Machmud masih tetap solid menyalurkan logistik
untuk para korban gempa di empat dusun yang semuanya berada di Kecamatan Botteng.
Bahkan distribusi sampai ke RT Lembang, Desa Ta'ang Kec. Tappalang dan sebagian
lagi di distribusikan didalam Kota Mamuju.
Dalam dua hari
ini misi kemanusiaan Relawan LAKSANA Makassar-Palu dibagi dalam tiga regu, masing-masing
adalah; Tim Assesment oleh Bang Syahril, Tim Logistik oleh Ustz Machmud bersama
Ummi (istri Ust Machud) yang selalu setia mendampingi dalam berbagai misi kemanusiaan
di berbagai daerah.
Untuk tim evakuasi
& bedah rumah dikoordinir langsung oleh Ust Abdurrahman, masing-masing tim bekerja dengan penuh semangat dan tanggungjawab.
“Mereka bekerja penuh motivasi” demikian ungkapan yang disampaikan oleh para Kepala
Dusun dan perwakilan ketua-ketua Posko di beberapa titik lokasi pengungsian yang
ada di Mamuju.
Agenda Kerja
Hari Senin 22/02-2021 memasuki tahap finishieng Mushollah di Kecamatan
Botteng, termasuk rumah seorang janda
Ibu tiga anak yang tiga tahun lalu ditinggal wafat oleh suaminya.
Rumah Ibu Ini
sangat memprihatinkan hingga para relawan
sepakat segera turun tangan membantu, kedua
dinding rumah ambruk hanya pilar beton yang masih sempat menopan atap rumah akibat
gempa yang terjadi di bulan Januari yang lalu.
Berdasarkan data yang didapat oleh Teropong dari tim Assesment bahan-bahan yang digunakan untuk hunian tetap Ukuran 6 x 4 M adalah :
- Untuk atap
dan dinding luar menggunakan seng spandek Ukuran 6 m, sedang untuk lantai menggunakan triplex ketebalan
1,2 Cm + dinding triplex Ukuran 3 MM.
Rangka hunian
menggunakan balok kayu Ukuran 5 x 10 dan 4 x 6 cm + 3 x 5 cm ditambah dengan lisplank
dan cement kemudian pasir untuk lantai teras
depan rumah termasuk perlengkapan listrik.
Kemudian desain
hunian mirip rumah panggung disebabkan lokasi
cukup rendah dari bahu jalan setapak yang ada. Hal ini juga karena di area tersebut sering digenangi air walaupun
dalam jumlah sedikit.
Kemudian untuk paket sembako bantuan yang diberikan cukup beragam antara lain adalah ;
Beras, mie instan,
air dos, susu, gula kemasan 1 Kg, minyak goreng 600 ml, sabun colek, sabun cuci,
pakaian anak-anak, popok bayi, tikar, seragam sekolah, sabun cair lux 250 ml, odol
siwak sasha,pepsodent, sabun cuci piring kemasan botol 600 ml dan terpal (tenda).
Sedangkan untuk
perlengkapan ibadah antara lain adalah; Buku iqro, sifat shalat Nabi SAW, panduan
Al-Qur'an (Dirosa), buku dzikir pagi dan petang, mukena, kerudung (jilbab) dan sarung.









Tidak ada komentar