Religi

Ikhtiar Meraih Malam Lailatul Qadar

Mei 08, 2021
0 Komentar
Beranda
Religi
Ikhtiar Meraih Malam Lailatul Qadar
Teropongtimeindonesia,Jombang - Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah teladan kita dalam melaksanakan ibadah. Rasulullah menganjurkan kepada kita untuk memperbanyak ibadah pada bulan Ramadan, antara lain dengan memperbanyak sedekah, membaca Al-Quran, dan i’tikaf.

Hal ini karena di antara keutamaan waktu di bulan Ramadan adalah adanya pelipatgandaan pahala, dan termudahkannya beramal kebaikan. Anjuran banyak melakukan ibadah ini lebih ditekankan lagi ketika memasuki sepuluh akhir Ramadan.

Rasulullah menganjurkan umatnya untuk mengharap dianugerahi Lailatul Qadar pada bulan yang sepuluh pertamanya adalah rahmat, sepuluh keduanya adalah ampunan, dan sepuluh akhirnya adalah bebas dari neraka ini.

Walaupun, hakikatnya memang tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan terjadinya Lailatul Qadar kecuali Allah ‘azza wajalla. Hanya saja, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengisyaratkan dalam sabdanya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersungguh-sungguh dalam sepuluh hari akhir bulan Ramadan, hal yang tidak beliau lakukan pada bulan lainnya,” (HR Muslim)

Melaksanakan amalan ibadah di malam itu lebih baik daripada beramal ibadah dalam seribu bulan selainnya. Penggiat ibadah di malam Lailatul Qadar akan tetap mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar walaupun ia tidak bisa melihat keajaiban Lailatul Qadar, menurut pendapat yang muktamad (yang bisa dijadikan rujukan), walaupun tentu keadaan orang yg mendapati atau melihat Lailatul Qadar itu lebih sempurna.

Lailatul Qadar merupakan malam malam kemuliaan, sehingga orang yang beribadah di malam Lailatul Qadar akan mendapat pahala yang berlipat dan dosa terdahulunya akan diampuni. 
“Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar” (QS. Al-Qadar: 5) yaitu malam tersebut penuh keselamatan di mana setan tidak dapat berbuat apa-apa di malam tersebut.

(Red)

Tidak ada komentar