Teropongtimeindonesia -Indralaya, Sumsel – Kepala Kepolisian Resor Polres Ogan Ilir AKBP Yusantiyo Sandhy sangat menyayangkan belum adanya pihak baik dari keluarga korban, BEM KM Unsri maupun pihak Universitas yang membuat laporan polisi terkait kasus asusila pelecehan seksual di lingkup wilayah Kampus Universitas Sriwijaya Indralaya.
“Sangat di sayangkan kita sebagi warga indonesia yang
baik tentunya kita akan membantu dan meluruskan,”ucap Yusantiyo dihubungi via
telpon. Kamis,(18/11)
Dirinyapun menghimbau agar pihak-pihak terkait agar
secepatnya membuat laporan polisi agar kasus tersebut dapat segera di tindak lanjuti.”kalaupun
nanti ada kami menghimbau, kepada pihak yang mengetahui kejadian tindak pidana
tersebut untuk segera membuat laporan polisi,” pintanya.
Kendati demikian terang Yusantiyo, Pihaknya akan
mempelajari kasus pelecehan seksual tersebut apakah ada delik pidananya atau
tidak. “Yang pasti kita akan melakukan penyelidikan, apakah kasus tersebut ada
delik pidana atau tidak kita akan pelajari terlebih dahulu. Yang pasti tindak
pidana itu ada delik aduan maupun delik murni, kalau delik aduan itu beberapa
hal harus ada yang di rugikan, sedangkan delik murni tanpa ada pelaporpun kita
bisa tindak lanjuti atau memprosesnya,” jelasnya.
Sementara pihak Rektirat Unsri Indralaya ketika
dikonfirmasi awak media, semuanya sedang tidak ada di tempat. Melalui staf Humas
Unsri Soyo mengatakan bahwa baik Rektor, Wakil Rektor I, II Dan III sedang
menghadiri pertemuan atau menyambut kunjungan dengan salah satu Universitas
dari luar provinsi.
“Hari ini semuanya menghadiri pertemuan dengan
Universitas Singa Berbangsa di Kampus Unsri Bukit Besar Palembang,”terangnya.
Tak sampai disitu, Palembang Pos Mencoba menghubungi
Rektor Universitas Sriwijaya Anis Saggaff melalui telepon, akan tetapi tidak
mendapatkan tanggapan (sedang tidak aktif).
Edith Fajar
Tidak ada komentar