Teropongtimeindonesia- Banten-Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Provinsi Banten selama sepekan terakhir, menyebabkan enam daerah dikepung banjir. Terkait hal itu, Pemprov Banten telah menetapkan Siaga Darurat Bencana agar penanganan bencana alam lebih optimal.
Diketahui, keenam daerah yang terkena banjir itu yakni Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Pandeglang, Lebak, Serang, dan Kabupaten Tangerang. Banjir juga merendam sebanyak 1.512 rumah, dan ada sebanyak 1.853 Kepala Keluarga (KK) atau sekira 3.509 jiwa, terkena dampak.
Di Kota Serang, banjir melanda Kelurahan Banten, Margaluyu, Sawah luhur, Kasemen, dan Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen. Kemudian Kelurahan Cimuncang dan Kelurahan Serang, Kecamatan Serang.
Di Kabupaten Serang, banjir terjadi di Desa Sindangmandi dan Desa Curugagung, Kecamatan Baros, Desa Labuan, Desa Mancak dan Desa Winong, Kecamatan Mancak, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, Desa Mekarbaru, Kecamatan Petir, Desa Tonjong dan Desa Pamengkang, Kecamatan Kramatwatu, Desa Bolang, Kecamatan Lebakwangi.
Kemudian Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Desa Sukajaya, Kecamatan Pontang, Desa Ranjeng dan Desa Cigelam, Kecamatan Ciruas, Desa Ketos dan Desa Nagara, Kecamatan Kibin, Desa Barugbug, Kecamatan Padarincang, Desa Sasahan, Kecamatan Waringinkurung, Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka. Dilokasi ini, ada sebanyak 1.698 rumah terendam banjir.
Di Kabupaten Pandeglang, banjir terjadi di Desa Idaman, Kecamatan Patia, Desa Sukasenang, Kecamatan Cikeusik, Desa Pasridurung, Kecamatan Sindangresmi, Desa Ciherang, Kecamatan Picung, Desa Sukasaba dan Desa Kotadukuh, Kecamatan Munjul, Serta Desa Sobang dan Desa Pangkalam, Kecamatan Sobang. Dilokasi ini, lebih dari 250 KK terkena dampak banjir.
Di Kabupaten Lebak, banjir terjadi di Desa Wanasalam, Katapangan, dan Desa Parungpanjang, Kecamatan Wanasalam. Kelurahan Cijoropasir dan Kelurahan Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Desa Lebaksitu, Kecamatan Lebakgedong, Desa Situmulya, Kecamatan Cibeber, dan Desa Cidikit, Kecamatan Bayah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin mengatakan, cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banten sejak pertengahan Desember 2025 menyebabkan banyak daerah terkena banjir.
(Rachmat)


Tidak ada komentar