Beranda
Berita Nasional
Jakarta
Kegiatan Pemerintahan
Kesehatan
pembangunan
Pemkot Jaksel Peringati Hari Tuberkulosis Sedunia

Teropongtimeindonesia-Jakarta-Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan menggelar peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia Tahun 2026 di Poins Square, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak. Kegiatan ini diikuti 289 peserta dari berbagai kalangan.

Peringatan tahun ini mengusung tema global "Yes! We Can End TB". Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI menetapkan tema nasional "SATU TB: Sinergi Aksi Tuntaskan TB".

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menggalang dukungan dalam upaya eliminasi Tuberkulosis (TBC) yang masih menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia.

"Kegiatan hari ini diisi dengan sosialisasi dan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) untuk menyampaikan berbagai upaya penanggulangan TBC," ujarnya, Kamis (30/4).

Ali menjelaskan, penanganan TBC memerlukan langkah terpadu, mulai dari pencegahan, kepatuhan dalam menjalani pengobatan, hingga pendampingan pasien.

"Penanganan TBC tidak bisa hanya dilakukan oleh Suku Dinas Kesehatan. Seluruh elemen masyarakat harus terlibat aktif," terangnya.

Ia mengimbau seluruh pihak untuk melakukan sosialisasi secara masif agar masyarakat memahami bahwa TBC bukanlah aib dan dapat disembuhkan.

"Informasi ini harus disampaikan dengan baik agar masyarakat tidak lagi menutup-nutupi penyakit tersebut da bersedia memeriksakan diri," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Debi Intan Suri menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi TBC, antara lain melalui peningkatan penemuan kasus dengan skrining aktif, penyebarluasan informasi, penguatan layanan kesehatan, serta pengembangan inovasi berbasis masyarakat melalui kampung siaga TBC.

"Kami masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti stigma di masyarakat, keterlambatan penemuan kasus, serta kepatuhan pengobatan yang belum optimal. Untuk itu, peran semua pihak, terutama kader kesehatan, sangat dibutuhkan," ucapnya.

Debi memaparkan, saat ini Jakarta Selatan berada di peringkat ketiga jumlah kasus TBC di DKI Jakarta. Capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan lintas sektor dalam upaya pengendalian penyakit.

"Hal ini perlu dipertahankan dengan terus meningkatkan kesadaran masyarakat agar mau memeriksakan diri sejak dini," imbuhnya.

Ia memastikan, fasilitas Puskesmas di Jakarta Selatan telah memadai untuk menangani pasien TBC. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan diagnosis TBC, pasien dapat langsung menjalani pengobatan hingga tuntas selama enam bulan.

"Melalui peringatan ini, kami mengajak seluruh pihak memperkuat komitmen dan kolaborasi lintas sektor. Dengan kebersamaan, target eliminasi TBC optimistis dapat tercapai," tandasnya.

Tidak ada komentar