Teropongtimeindonesia-Pekanbaru – Upaya pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) terus diperkuat Satgaswil Riau melalui Program RATAKAN (Riau Tangkal Ancaman dan Kembangkan Nilai Kebangsaan). Kali ini, edukasi kebangsaan dilaksanakan kepada 400 peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMAN 3 Pekanbaru sebagai langkah membangun ketahanan generasi muda sejak dini terhadap berbagai bentuk ancaman ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
Mengusung tema "Sekolah Damai tanpa Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET)", kegiatan ini bertujuan menanamkan pemahaman kepada para pelajar mengenai pentingnya menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penyebaran paham IRET yang kini semakin masif memanfaatkan perkembangan teknologi digital.
Dalam penyampaian materi, narasumber dari Satgaswil Riau menjelaskan bahwa media sosial, aplikasi percakapan, game online, hingga berbagai platform digital telah menjadi ruang yang kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan propaganda secara terselubung dengan menyasar kalangan remaja.
Oleh sebab itu, para siswa didorong untuk memiliki kemampuan literasi digital, berpikir kritis sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi, serta berani menolak setiap bentuk ajakan yang mengarah pada intoleransi, radikalisme, ekstremisme, maupun terorisme.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama di era digital yang ditandai dengan pesatnya perkembangan media sosial yang memiliki pengaruh besar terhadap cara berpikir dan perilaku para siswa,"ujarnya.
Oleh karena itu lanjutnya, diperlukan edukasi yang berkelanjutan agar para pelajar mampu menggunakan media digital secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab, sehingga terhindar dari berbagai bentuk perilaku menyimpang, termasuk pengaruh paham yang mengarah pada tindak kekerasan maupun terorisme.
Melalui Program RATAKAN, Satgaswil Riau terus memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan sebagai salah satu strategi pencegahan yang efektif dalam membangun karakter pelajar yang toleran, cinta tanah air, berwawasan kebangsaan, serta memiliki daya tangkal terhadap propaganda yang berkembang di ruang digital.
Satgaswil Riau berharap para pelajar tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu berperan sebagai agen perubahan yang menebarkan nilai-nilai toleransi, persatuan, dan semangat kebangsaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Dengan demikian, generasi muda diharapkan mampu menjadi benteng terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman penyebaran paham IRET.
Ia menjelaskan, kolaborasi antara Satgaswil Riau dan SMAN 3 Pekanbaru melalui Program RATAKAN menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan inklusif.
"Penanaman nilai-nilai kebangsaan sejak masa MPLS diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki kepedulian tinggi dalam menjaga persatuan dan kedamaian bangsa,"harapnya.

Tidak ada komentar